Kabar Gembira! Rekening Bermasalah, Pekerja Tetap Terima BSU

- Rabu, 20 Januari 2021 | 11:36 WIB
istimewa
istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberi kabar gembira bagi para pekerja. Tahun ini, penyaluran bantuan pemerintah berupa bantuan subsidi gaji/upah (BSU) bagi pekerja/buruh sudah selesai dan dana yang tersisa akan dikembalikan ke kas negara. Namun realisasi penyaluran belum bisa tuntas 100 persen lantaran terkendala sejumlah rekening bermasalah.

Dengan demikian, kata Ida, hingga tutup tahun anggaran masih menyisakan penyaluran kepada sejumlah rekening yang bermasalah antara lain duplikasi data, nomor rekening tidak valid, rekening sudah tutup atau terblokir, rekening pasif dalam jangka waktu lama, dan rekening tidak sesuai dengan NIK sehingga dibekukan.

Kendati sudah tutup anggaran, Menakar berjanji tetap akan melanjutkan penyaluran pada Januari ini, setelah permasalahan rekening itu klir. ‘’Untuk menyelesaikan permasalahan itu ada kendala waktu yang terbatas karena akhir Desember 2020 seluruh dana sisa harus dikembalikan ke kas negara sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri Keuangan," ujar Menaker Ida pada Rapat Kerja (Raker) Bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (18/1)

Menaker Ida menambahkan uang yang dikembalikan ke kas negara sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan, mengingat tahun anggaran 2020 sudah berakhir. Namun Menaker memastikan, penerima BSU yang datanya sudah valid dan tidak ada masalah, penyaluran akan diupayakan untuk dilanjutkan kembali.  “Jadi mudah-mudahan pada bulan Januari ini rekonsiliasi data dengan bank penyalur sudah selesai dilakukan, maka akan kita mintakan kembali ke perbendaharaan negara untuk menyalurkan kembali,” kata Menaker Ida.

Baca juga: Total Penyaluran BSU Capai 93,34 Persen, DKI, Jabar dan Jateng Terbanyak Menerima

Menaker menyebut penyaluran sudah terealisasi 98,91 persen dengan total realisasi anggaran BSU yang tersalurkan sebesar Rp 29,44 triliun. Secara rinci, subsidi gaji/upah gelombang / termin I tersalurkan kepada 12.293.134 orang dengan realisasi anggaran Rp 14,75 triliun (99,11 persen).

Gelombang/termin II tersalurkan kepada 12.244.169 orang dengan realisasi anggaran Rp 14,69 triliun (98,71 persen). “Total penerima  BSU secara nasional 12.403.896 orang, dengan rata-rata gaji Rp 3,12 juta dan total perusahaan yang pekerjanya penerima bantuan subsidi upah sebanyak 413.649 perusahaan," katanya.

Terkait pertanyaan mengenai penyaluran BSU tahun 2021, Menaker Ida belum bisa memberikan kepastian penyalurannya kembali.  “Untuk tahun anggaran APBN 2021, kami memang belum menerima perintah untuk menyalurkan kembali program BSU.  Kami sudah punya hasil evaluasi yang akan kami berikan dan dikoordinasikan dengan Kemenko Perekonomian. Jika kondisi perkonomian kita belum normal kembali, saya kira diskusi tentang Program BSU ini kita bisa pertimbangkan untuk bisa dilakukan kembali pada  tahun 2021, “kata Menaker Ida.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X