Hari Pahlawan, Mengenang Sosok Gubernur Soerjo

- Senin, 1 November 2021 | 08:26 WIB
Gubernur Soerjo. (foto: wikipedia)
Gubernur Soerjo. (foto: wikipedia)

suaramerdeka.com - Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan, sebuah peringatan mengenang jasa pahlawan yang bertempur melawan tentara sekutu di Surabaya tahun 1945. Dalam peristiwa itu, Gubernur Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo atau Gubernur Soerjo turut berperan dalam gencatan senjata.

Gubernur Suryo membuat perjanjian gencatan senjata dengan komandan pasukan Inggris Brigadir Jendral Aubertin Mallaby atau Brigjen Mallaby di Surabaya pada tanggal 26 Oktober 1945.

Namun setelah perjanjian gencatan senjata yang dibuat Gubernur Soerjo dan Brigadir Jendral Aubertin Mallaby, pertempuran tetap saja terjadi dari 28 Oktober hingga 30 Oktober 1945.

Baca Juga: Pemerintah Terapkan Prinsip GRC Selama Pandemi, Tuntut Penyesuaian Fungsi

Setelah upaya Gubernur Soerjo dan Brigjen Mallaby tidak digubris oleh kedua belah pihak yang bertempur, maka Presiden Soekarno datang ke Surabaya untuk meminta adanya gencatan senjata.

Akan tetapi banyak pejuang yang tidak mengetahui adanya instruksi dari Presiden Soekarno untuk gencatan senjata.

Hingga akhirnya Brigjen Mallaby tewas dan tentu saja membuat kemarahan Inggris.

Baca Juga: Empat Tokoh Ini Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Siapa Saja?

Inggris meminta rakyat di Surabaya untuk menyerahkan senjata paling lambat 9 Novenber 1945 atau Surabaya akan dibombardir.

Tentu saja rakyat di Surabaya tidak mau menyerahkan senjata kepada Inggris juga sekutu.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X