Komitmen Perdahukki, Tekan Risiko Dokter Berhadapan Masalah Hukum

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 19:24 WIB
KONGRES PERDAHUKKI: Para dokter yang tergabung dalam wadah organisasi Perdahukki menggelar kongres nasional dan pelantikan pengurus di Hotel Golden City Sabtu 30 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Hari Santoso)
KONGRES PERDAHUKKI: Para dokter yang tergabung dalam wadah organisasi Perdahukki menggelar kongres nasional dan pelantikan pengurus di Hotel Golden City Sabtu 30 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Hari Santoso)

Tak kurang organisasi itu memastikan kontribusinya atas pengembangan ilmu hukum kesehatan serta kedokteran.

Djoko Widyarto menguraikan perlindungan hukum terhadap profesi kesehatan dan kedokteran merupakan keniscayaan. Kasus yang menimpa salah seorang dokter di Kabupaten Pati pada tahun 1984dianggap momentum lahirnya Hari Kesadaran Hukum Kedokteran.

Baca Juga: Nostalgia Jajanan Ndeso, dari Sagon Hingga Putu, Pengingat Masa Kecil Dulu

Prinsipnya jika dokter sudah bekerja sesuai standar etik dan profesi kemudian terjadi risiko medik semestinya diberikan perlindungan.Sistematika pelayanan kesehatan adalah juga usaha serta daya upaya maksimal seorang dokter dalam menyembuhkan pasien.

Terlepas apapun hasilnya dokter sudah bekerja sekuat tenaga demi menyembuhkan seseorang.

‘’Seperti halnya yang pernah terjadi di Pati puluhan tahun lalu. Terbukti akhirnya keterbatasan alat untuk menyembuhkan pasien yang menjadi persoalan,” kata dia.

Adapun kepengurusan Perdahukki masa bakti 2021-2024 Ketua Umum Rudy Sapoelete, Wakil Ketua Dr dr Djoko Handojo, MSi Med SpB SpB(K) Onk, FICS, Sekretris Jenderal dr Pramafitri Adi Patria, SpAn, Wakil Sekjend dr Galih Endradita MARS, Bendahara Umum dr Fery Rahman SH MKM serta Wakil Bendahara Umum dr Fezilet Soeprapto, MPH.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengacara Kamaruddin Minta Oknum Jaksa Diperiksa

Jumat, 25 November 2022 | 16:48 WIB

RUU KUHP Segera Disahkan, Ini Komentar Ahli Hukum

Jumat, 25 November 2022 | 14:12 WIB
X