Persiapan Vaksinasi, Menkes Akui Distribusi Vaksin ke Daerah Lebih Sulit

Red
- Selasa, 12 Januari 2021 | 17:31 WIB
Menkes Budi Gunadi (istimewa)
Menkes Budi Gunadi (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Jelang vaksinasi pekan ini, berbagai daerah terus mendistribusikan vaksin Covid-19 Sinovac. Vaksinasi mayoritas dilakukan beberapa wilayah pada Kamis (14/1) atau satu hari setelah suntikan pertama diberikan kepada Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Tiga Daerah di Jateng Ini Pertama Gelar Vaksinasi

Baca Juga: Februari, Vaksinasi Covid-19 Kemungkinan Baru Bergulir

Namun, diakui Menkes Budi Gunadi, distribusi vaksin COVID-19 ke berbagai daerah lebih sulit dibanding yang dibayangkan sebelumnya. Oleh sebab itu ia meminta Pemerintah pusat, daerah, hingga swasta saling membantu untuk mengatasi kesulitan logistik ini.

Baca Juga: Distribusi Vaksin Covid-19, Kesiapan Daerah Dinilai Sudah Cukup Baik

Baca Juga: Menlu Ingatkan PBB, Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19

Baca Juga: Ini Dua Skema Distribusi Vaksin Covid-19, Agar Bisa Diakses Masyarakat

Secara rinci, sebanyak 401.240 vial telah dikirim ke 14 provinsi pada 3 Januari dan 313 ribu dikirim ke 18 provinsi keesokan harinya. Adapun pengiriman vaksin ke Jabar dan Sulbar telah didistribusian pada 5 dan 6 Januari.

“Distribusi ini membutuhkan jalur logistik dingin yang ternyata lebih kompleks dari kita duga,” kata Budi, Senin (11/1).

Saat ini, diketahui ada wilayah yang belum mendapatkan vaksin hingga saat ini, salah satunya Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat. Kepala Dinas Kesehatan Mataram dr Usman Hadi berharap distribusi ke daerahnya bisa dilakukan pada Rabu (13/1).

Usman mengatakan Dinkes Provinsi NTB belum memberi kepastian kuota vaksin untuk Kota Mataram. Namun, jumlah tenaga kesehatan yang menjadi sasaran mencapai 7 ribu orang. "Idealnya kami diberikan 14 ribu dosis sesuai jumlah nakes untuk dua tahap," katanya.

Sedangkan DKI Jakarta siap memulai vaksinasi pada tanggal 14 Januari. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya telah menerima 39.200 dosis vaksin Sinovac. Sedangkan jumlah tenaga kesehatan yang disasar sebenarnya mencapai 119.145 orang.

“Vaksinasi akan dilakukan di Puskesmas hingga rumah sakit yang ada di DKI dan yang diutamakan jajaran kesehatan terlebih dahulu," ujar Riza, Senin (11/1) dikutip dari Antara.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan tiga wilayah di Jateng yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kota Solo juga akan memulai vaksinasi pada Kamis (14/1). Adapun Jateng menerima 62.650 vaksin pada tahap pertama.

Baca Juga: Kota Semarang Terima 9.800 Vial Vaksin Covid-19

"Vaksinator sudah siap semua karena Jateng termasuk yang mendaftarkan seluruh puskesmas sejak awal,” kata Ganjar.

Di Jawa Timur, Kota Malang telah mendapatkan alokasi 12 ribu dosis. Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan alokasi tersebut setara dengan jumlah tenaga kesehatan di kota apel.

Dia mengatakan pekan lalu, Pemerintah Kota Malang telah memperbarui data tenaga kesehatan prioritas penerima vaksin. Sebelumnya sudah ada 7.050 tenaga medis yang telah terverifikasi. “Sudah hampir linier dengan yang kami daftarkan,” kata Sutiaji, Selasa (12/1).

Sejumlah daerah di luar Pulau Jawa juga tengah mempersiapkan vaksinasi, salah satunya Provinsi Riau. Gubernur Riau Syamsuar mengatakan vaksin telah dikirim ke tiga wilayah yakni Kota Pekanbaru sebanyak 11.040 dosis, Kabupaten Kampar 2.400 dosis, dan Kabupaten Pelalawan yakni 1.800 dosis.

 

 

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB
X