Presiden Pakai Garuda Indonesia dalam Kunjungan ke 3 Negara, Efisiensi Jadi Alasan

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 07:30 WIB
Presiden Joko Widodo saat bertolak menuju Roma, Italia, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. (Dok/BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo saat bertolak menuju Roma, Italia, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. (Dok/BPMI Setpres)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo menggunakan pesawat Boeing 777-300ER milik maskapai Garuda Indonesia dalam kunjungan kerja ke Italia, Inggris Raya, Uni Emirat Arab.

Penggunaan pesawat dari maskapai Garuda Indonesia dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo sudah dipertimbangkan secara matang, seperti pertimbangan efisiensi waktu, penghematan anggaran, dan juga protokol kesehatan.

Penjelasan penggunaan pesawat Garuda Indonesia itu diungkapkan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, jelang keberangkatan Presiden Joko Widodo menuju Roma di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 29 Oktober 2021.

“Dengan menggunakan pesawat berbadan lebar ini, perjalanan menuju Roma selama 13 jam ini bisa dilakukan langsung tanpa perlu transit. Bila kita menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ, kita harus transit. Dan ingat, ini adalah kunjungan kerja pertama Bapak Presiden ke luar negeri di masa pandemi, kami harus sangat berhati-hati dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk pertemuan tatap muka di saat transit,” ucap Heru.

Baca Juga: Mobilitas Masyarakat Meningkat, Pola Pengendalian Covid-19 Harus Konsisten.

Apabila Presiden dan rombongan harus transit, ucap Heru, maka persiapan pelaksanaan protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik.

Seperti sterilisasi ruang tunggu, tes PCR untuk pramusaji di tempat transit, dan juga makanan dan minuman yang disajikan harus dipastikan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal lain yang menjadi pertimbangan, Heru adalah efisiensi anggaran di mana semua menteri yang hadir dalam kunjungan tersebut, turut serta dalam rombongan Presiden di pesawat ini.

“Tentunya penggunaan anggaran juga menjadi perhatian kami. Setelah kami hitung jauh lebih hemat dengan turut sertanya para menteri dalam rombongan ini, dibandingkan para menteri ini menggunakan pesawat komersial. Total ada enam menteri yang ikut dalam pesawat ini, Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Sekretaris Kabinet,” kata Heru.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Berawan dan Berpotensi Diguyur Hujan Berintensitas Ringan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X