Sistem Kendali Diduga Bermasalah

Red
- Senin, 11 Januari 2021 | 01:20 WIB
SM/rep.ppid.basarnas.go.id - SERPIHAN PESAWAT : Sejumlah petugas menata temuan serpihan pesawat dan bagian jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ 182 di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (10/1). TNI-AL juga mengerahkan beberapa Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk melakukan pencarian pesawat. Salah satunya KRI Rigel-933 yang memiliki peralatan mendeteksi situasi bawah laut. Penyelam Denjaka menemukan serpihan pesawat di dasar laut. (24)
SM/rep.ppid.basarnas.go.id - SERPIHAN PESAWAT : Sejumlah petugas menata temuan serpihan pesawat dan bagian jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ 182 di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (10/1). TNI-AL juga mengerahkan beberapa Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk melakukan pencarian pesawat. Salah satunya KRI Rigel-933 yang memiliki peralatan mendeteksi situasi bawah laut. Penyelam Denjaka menemukan serpihan pesawat di dasar laut. (24)

Hal tersebut disampaikan Menhub saat berada di Kapal KRI John Lie milik TNI yang akan menuju lokasi ditemukannya bagian dari pesawat. ”Dari apa yang kami dapatkan hari ini ada suatu kemajuan. Ini menunjukkan kinerja dari semua pihak di lapangan berjalan dengan baik. Kami mohon doa dari semua masyarakat agar proses pencarian ini bisa berjalan dengan baik,” jelas Menhub.

Panglima TNI menambahkan, Kapal Rigel milik TNI bersama tim gabungan yang diterjunkan melakukan pencarian telah menemukan sinyal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Kemudian tim penyelam dari tim Kopaska juga menemukan beberapa bagian dari pesawat, seperti pecahan pesawat, life vest, warna bagian dari pesawat, bagian registrasi pesawat dan sejumlah temuan lainnya.

Barang-barang tersebut ditemukan dari kedalaman sekitar 23 meter dari permukaan laut. Jenderal bintang empat itu menyampaikan posisi pesawat Sriwijaya SJ 182 saat ini ada di kedalaman 23 meter di bawah permukaan laut. Tim bersiap melakukan upaya pengangkatan badan pesawat. Hadi menyampaikan para penyelam hanya akan mengambil potongan pesawat yang kecil. Di saat yang sama, tim menyiapkan kapal yang dilengkapi penderek (crane) untuk mengangkat badan pesawat.

”Bagian-bagian yang besar akan kita datangkan kapal yang memiliki kemampuan crane untuk mengangkat bagianbagian tersebut,” tutur Hadi. Hadi juga mengonfirmasi Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan sinyal kotak hitam pada Minggu (10/1). Penyelam akan diterjunkan mencari alat tersebut untuk kepentingan investigasi. ”Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama black box tersebut bisa kita angkat sehingga sebagai bahan KNKT untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan tersebut,” ujarnya.

Soerjanto Tjahjono mengatakan, KNKTsudah menerjunkan tim menuju ke lokasi dengan menggunakan Kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi bentuk atau objek di bawah permukaan laut. Kapal ini juga memiliki kemampuan membaca sinyal dua jenis black box pesawat, yaitu cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR). Pihak berwenang diminta untuk mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendukung proses pencarian para korban hilangnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Jakarta - Pontianak.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). ”Saya meminta komponen-komponen pencarian dan pertolongan (search and rescue/ SAR) menerjunkan semua kekuatannya, untuk proses pencarian korban. Jangan berspekulasi tentang penyebab, sampai ada hasil penyelidikan KNKT,” kata Ketua DPR Puan Maharani.

Terkait kecelakaan Sriwijaya Air SJ- 182, Presiden Joko Widodo meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggelar penyelidikan mendalam. Presiden juga memerintahkan pencarian korban secara maksimal. Presiden mengatakan, pemerintah akan melakukan upaya terbaik dalam proses evakuasi. Dia juga mengajak masyarakat berdoa atas musibah jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 itu.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

X