Daerah Tak Berlakukan PKM Jangan Lengah, Tingkatkan 3T dan Kepatuhan 3M

Red
- Jumat, 8 Januari 2021 | 14:50 WIB
Istimewa
Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah menetapkan pembatasan kegiatan yang disebut pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di sebagian wilayah Jawa dan Bali pada 11 sampai 25 Januari 2021 mendatang. Kebijakan ini sebagai respon terjadinya peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terutama di beberapa daerah di Jawa dan Bali.

 

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, daerah-daerah lain yang tidak harus menerapkan PKM diharapkan jangan lengah karena situasi pandemi saat ini masih menuntut semua daerah untuk terus meningkatkan kapasitas 3T (testing, tracing, treatment) yang jadi domain pemerintah dan kepatuhan melaksanakan 3M (memakai masker yang benar, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, menjaga jarak) yang menjadi domain masyarakat.  Selain itu, masyarakat juga diharapkan semakin disiplin membatasi mobilitas dan interaksi serta menghindari kerumunan dan keramaian.

Baca Juga: Praktik 3T Belum Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Baca Juga: Ini Faktor di Balik Terhambatnya Kampanye 3T Covid-19

Baca Juga: Waspadai Gejala Virus B.1.1.7, Wiku: Gerakan 3M Adalah Kunci!

"Yang harus kita pahami baik oleh masyarakat, para pengambil kebijakan di Pusat dan daerah serta para pemangku kepentingan lainnya adalah kebijakan pembatasan seperti PKM hanyalah salah satu strategi atau strategi tambahan dari penanggulangan pandemi. Strategi utama penanggulangan pandemi ini adalah peningkatan kapasitas 3T dan kepatuhan jalankan 3M. Selain itu, poin penting lainnya adalah daerah-daerah lain yang kondisinya tidak harus menerapkan PKM jangan lengah dan harus semakin maksimal lakukan berbagai upaya pencegahan," ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (8/1).

Menurut Fahira, penerapan PKM tanpa diiringi oleh intervensi 3T dan 3M tidak akan berjalan maksimal dan efektif mengendalikan rantai penyebaran pandemi Covid-19 yang dalam beberapa minggu ini kasusnya terus bertambah. Satu-satu strategi agar kita bisa mengendalikan pandemi ini adalah laju atau kecepatan aksi penanggulangan Covid-19 harus lebih cepat dibanding kecepatan penyebaran virus. Selama penyebaran virus lebih cepat dari aksi penanggulangan maka penambahan jumlah kasus akan terus terjadi.

Pembatasan baru yang diberi istilah PKM ini, lanjut Fahira, pada intinya adalah untuk membatasi mobilitas dan interaksi serta mencegah terjadinya kerumunan dan keramaian yang memang merupakan salah satu penyebab penyebaran virus.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Tertinggi Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jateng

Senin, 20 September 2021 | 01:10 WIB

Kreativitas lewat Film tentang Rara Mendut

Senin, 20 September 2021 | 01:00 WIB

Peradi Pemalang Luncurkan Pusat Bantuan Hukum Gratis

Minggu, 19 September 2021 | 18:02 WIB

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X