Prof Muladi, dari Menwa, Rektor hingga Gubernur Lemhanas

- Kamis, 31 Desember 2020 | 10:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com – Mantan Menteri Kehakiman Prof Dr Muladi SH MH  meninggal dunia di Jakarta, pada Kamis (31/12/2020), pukul 06.45 pada pada usia 77 tahun. Muladi lahir di Surakarta, 26 Mei 1943. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Dasijo Darmo Soewito dan Sartini. Sang ayah bekerja sebagai reserse polisi, karena tuntutan tugas, mengharuskan ia dan keluarganya tinggal di Semarang.

Sewaktu kecil, Muladi dikenal sebagai anak yang nakal. Karena kenakalannya itu membuatnya dua kali tidak lulus sekolah ketika duduk di SD dan SMP. Ia meneruskan sekolah ke SMA Institut Indonesia dan kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Ia meraih gelar sarjana hukum pada usia 25 tahun.

Ia juga meneruskan kuliah di International Institute of Human Rights di Strasbourg, Prancis, lalu menuntaskan doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, dengan predikat cumlaude. Selama menjadi mahasiswa, Muladi aktif sebagai anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), resiman mahasiswa (menwa). Tak hanya itu, dia juga memulai kariernya semasa kuliah, dengan bekerja sebagai karyawan OPS Minyak dan Gas Bumi, Jawa Tengah, pada 1966-1969.

Setelah lulus kuliah, Muladi lebih tertarik berkosentrasi mengabdi di kampusnya. Dia menjadi dosen, guru besar, hingga menjadi Rektor Universitas Diponegoro, 1994-1998. Saat menjadi Rektor Undip, ia ditunjuk menjadi anggota MPR dari Fraksi Utusan Daerah, pada 1997. Kemudian ditunjuk oleh Presiden Soeharto menjadi Menteri Kehakiman (Menkeh) Kabinet Pembangunan VII (1998).

Baca juga: Kabar Duka, Prof Muladi Meninggal Dunia

Suharto lengser, Muladi kembali diminta menjadi menteri oleh Presiden BJ Habibie. Saat itu, ia menjadi Menteri Kehakiman merangkap Menteri Sekretaris Negara. Hanya satu tahun ia mengemban jabatan itu, 1998-1999.

Setelah tidak menjadi menteri, pada 2000-2001 ia menjadi Hakim Agung RI. Namanya naik lagi saat dia ditunjuk menjadi Gubernur Lemhanas. Dia menjadi Gubernur Lemhanas terlama sejak 2005-2011 dan tercatat sebagai yang terlama. Sementara di partai, ia menjadi Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hukum dan HAM sejak 2009-2014 sekaligus juga sebagai Ketua Mahkamah Partai Golkar.

Muladi meninggalkan satu isteri, Nany Ratna Asmara  serta empat anak, Rina Irawati, Diah Sulistyani, Aida Fitriani, Erlina Kumala Esti. Semasa hidup, ia pernah mendapatkan penghargaan Dwija Sista dari Departemen Pertahanan dan Keamanan (1991) dan Man of the Year dari Harian Suara Merdeka (1995)

Editor: Andika

Tags

Terkini

Peringati HSN, Ini Bunyi Ikrar Santri Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Simak Filosofi Tema dan Logo Hari Santri Nasional 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:28 WIB
X