Keterisian ICU di Semarang Lewati Batas Aman

Red
- Rabu, 30 Desember 2020 | 01:27 WIB
SM/presidenri.go.id : Budi Gunadi Sadikin
SM/presidenri.go.id : Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, enam kabupaten/ kota memerlukan intervensi khusus terkait penanganan virus korona (Covid-19). Pasalnya, keterisian tempat tidur di daerahdaerah tersebut melebihi batas aman sebesar 70 persen. Salah satunya adalah Kota Semarang. Lima daerah lainnya yaitu Kota Bandung, Sleman, DKI Jakarta, Jember, dan Kota Makassar. ”Posisi tempat tidur sudah cukup penuh. Demikian juga (keterisian) ICU meningkat atau melampaui batas aman 70 persen,” jelas Budi dalam konferensi pers melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12). Berdasarkan data Kemenkes, berdasarkan data per 26 Desember, keterisian tempat tidur ICU di di Kota Semarang mencapai 76 persen, yakni terisi 93 dari kapasitas 123. Sementara keterisian tempat tidur isolasi menembus 87 persen atau 831 terisi dari kapasitas 951. Kota Bandung mencapai 98 persen per 26 Desember 2020. Dari 49 tempat tidur ICU yang tersedia, terpakai 48. Sementara keterisian tempat tidur isolasi menembus 89 persen dengan 1.017 tempat tidur isolasi terpakai dari jumlah 1.138 yang tersedia. Kemudian di Sleman, berdasarkan data 22 Desember, keterisian tempat tidur ICU mencapai 81 persen. Dari 32 tempat tidur ICU yang tersedia, terpakai 26.

Adapun keterisian tempat tidur isolasi 70 persen dengan 285 tempat tidur tersedia dan 199 terpakai. Di DKI Jakarta, berdasarkan data 26 Desember, keterisian tempat tidur ICU sebesar 79 persen, dengan 736 terpakai dari 936 yang tersedia. Sementara keterisian tempat tidur isolasi 85 persen atau 5.915 terpakai dari 6.991 kapasitas yang tersedia. Kemudian di Jember, berdasarkan data 25 Desember, keterisian tempat tidur ICU mencapai 77 persen, 17 terpakai dari 22 yang tersedia. Adapun keterisian tempat tidur isolasi sebesar 75 persen atau 284 terpakai dari 377 yang tersedia. Selanjutnya di Kota Makassar, berdasarkan data 26 Desember, keterisian tempat tidur ICU masih berada di bawah ambang batas aman yakni 48 persen dengan 41 terpakai dari 86 yang tersedia. Namun, keterisian tempat tidur isolasi menembus 71 persen atau 862 terpakai dari 1.215 yang tersedia. Budi menegaskan pihaknya telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan rumah sakit dan tenaga kesehatan guna menangani pasien covid-19. ”Kemenkes bekerja sama dengan pemda memastikan RS siap, ruang isolasi cukup, ranjang cukup, ICU cukup, dokter cukup, perawat ada, obat siap, APD siap, dan sebagainya,” paparnya. Budi memprediksi kapasitas rumah sakit akan semakin meningkat seusai libur panjang akhir tahun. ”Kita persiapkan sejak sekarang. Kita pastikan seluruh infrastruktur kesehatan di kota-kota besar yang taraf infeksinya tinggi itu siap,” tutur Budi. Sebelumnya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengungkapkan, keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) secara kumulatif di Tanah Air berada di kisaran 64,1 persen. Rata-rata secara kumulatif angka itu melebihi ambang batas aman yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). WHO menetapkan keterisian RS di tengah pandemi Covid-19 maksimal 60 persen. ”Secara nasional, tingkat pemanfaatan tempat tidur di seluruh Indonesia berada di posisi 64,1 persen,” kata Kadir.

Surat Edaran

Dia menjelaskan, terdapat 9 provinsi dengan keterisian tempat tidur RS di atas angka rata-rata WHO, yakni Banten 85 persen, DKI Jakarta 84 persen, Jawa Barat 83 persen, DI Yogyakarta 82 persen, Kalimantan Tengah 79 persen, Jawa Timur 77 persen, Jawa Tengah 76 persen, dan Sulawesi Selatan 69 persen. ”Itu artinya beberapa daerah sudah berada di zona merah keterisian tempat tidur, sehingga ketika terjadi peningkatan kasus sedikit, RS akan kewalahan,” ujarnya. Berangkat dari temuan itu, Kadir menyebut Kemenkes telah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh rumah sakit terkait penambahan kapasitas tempat tidur khusus pasien Covid-19 hingga 30-40 persen dari jumlah yang sudah tersedia. Peningkatan kapasitas tempat tidur itu juga ditargetkan Kemenkes terealisasi pada pekan pertama hingga pekan kedua Januari 2021. Kadir menambahkan, pihaknya juga telah menambah 1.247 tempat tidur yang tersebar di RS di bawah naungan Kemenkes. Kemudian khusus untuk RS di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pihaknya telah menambah 497 tempat tidur tambahan. Lebih lanjut, Kadir meminta pemerintah daerah tetap aktif dan fokus melakukan upaya testing, tracingdan treatment (3T). Adapun masyarakat diharap tetap patuh dalam menjalankan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Jika upaya itu dilakukan, kata Kadir, kondisi rumah sakit yang penuh dapat dikurangi seiring dengan pelandaian kasus Covid-19 di Indonesia. ”Karena kapasitas di atas 70 persen akan berdampak pada penuhnya rumah sakit, kemungkinan pasien tidak bisa dirawat di RS, dan tenaga kesehatan akan capai sehingga pelayanan tidak maksimal,” paparnya. (cnn-19)

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB
X