Penambahan 39 Stasiun Seismik Tambah Kecepatan dan Akurasi Data Informasi Gempa Bumi

- Rabu, 30 Desember 2020 | 09:36 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mempercayakan kepada PT Len Industri (Persero) dalam pemasangan 194 stasiun monitoring gempa bumi yang tersebar di seluruh Indonesia sejak Tahun 2019. Kepercayaan tersebut berlanjut di tahun 2020 sekarang untuk kembali memasang sebanyak 39 titik stasiun miniregional monitoring gempa bumi milik BMKG. Dengan demikian keseluruhan seismograf yang dimiliki BMKG kini akan berjumlah 411 unit.

Penyelesaian pemasangan miniregional ditargetkan sesuai batas waktu pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak yakni tanggal 18 Desember 2020. Target tersebut tercapai karena sudah 100 persen rampung dan kini telah beroperasi.

“Pandemi Covid-19 yang masih melanda sekarang cukup menjadi kendala. Ketersediaan moda transportasi untuk distribusi barang menjadi terbatas karena adanya pembatasan jadwal keberangkatan kapal dan jumlah kapal. Terhadap situasi pandemi saat ini memang berpengaruh sekali dalam pelaksanaan proyek. Dengan perencanaan dan monitoring proyek yang kuat kita dapat melewatinya dengan baik,” tegas Pimpinan Proyek Pemasangan 39 Miniregional PT Len Industri, Randy Dwi Rahardian.

Beberapa lokasi memiliki latak geografis yang sulit dijangkau di beberapa wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur seperti di Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, dan Papua. Mulai dari perjalanan dari kota ke lokasi yang jarak tempuhnya cukup jauh hingga akses jalan yang dilalui jalannya rusak.

“Sebanyak 39 lokasi itu banyak dipasangnya di Indonesia Bagian Timur, yang memang masih belum serapat jaringan sensor seismik di Indonesia Bagian Barat. Di barat sendiri, kita pasang dua (2) stasiun di selatan Pulau Jawa. Lokasinya di Yogyakarta,” kata Manajer Rekayasa Sistem Unit Bisnis ICT dan Navigasi PT Len Industri, Yudhistira Utomo

Dengan penambahan ini maka sensor-sensor seismik di tanah air menjadi lebih rapat. “Data yang diterima semakin banyak sehingga akurasi dan kecepatan informasi penentuan gempa dapat meningkat. Saat ini sudah di kisaran 4 hingga 5 menit untuk informasi peringatan gempa (semenjak kejadian)," katanya.

Baca juga: Dua Gempa Bumi Terjadi di Wilayah Timur Indonesia dalam Satu Hari

Meski konfigurasi dan pendekatan pengerjaannya sedikit berbeda dengan stasiun yang dipasang pada tahun lalu, namun dia memastikan kinerja alat justru lebih andal. Stasiun juga tetap menggunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) produksi Len Industri sebagai sumber catu dayanya.

“Yang membedakan tahun ini dengan tahun 2019 lalu, tahun ini menggunakan sistem posthole seismometer, dimana seismometer  akan dimasukan ke dalam lubang. Hal ini untuk mengurangi environment noise terhadap data sehingga dapat melakukan improvement kualitas data,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X