FKUB Jateng Serahkan Piagam Watugong ke Menteri Agama, Tepat pada Perayaan Natal

- Jumat, 25 Desember 2020 | 07:45 WIB
PIAGAM : Menag Yaqut Cholil Qoumas (kiri) bersama Ketua FKUB Jateng, Taslim Syahlan (kanan) menunjukkan Piagam Watugong. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)
PIAGAM : Menag Yaqut Cholil Qoumas (kiri) bersama Ketua FKUB Jateng, Taslim Syahlan (kanan) menunjukkan Piagam Watugong. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Taslim Syahlan menyerahkan piagam Watugong kepada Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bertepatan dengan perayaan Misa Natal saat berkunjung di GPIB Immanuel (Gereja Blenduk) Kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (24/12) malam.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi piagam tersebut. Ia mengatakan, keragaman merupakan keniscayaan dari Tuhan kepada makhluknya. "Keragaman yang hadir di dunia ini tidak bisa menjadi alasan untuk menjaga perdamaian yang seharusnya menjadi esensi dalam kehidupan," ujar pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Gus Yaqut berharap gerakan untuk menjaga perdamaian dalam perbedaan supaya terus digaungkan agar mampu menginspirasi masyarakat di daerah-daerah lain di Indonesia. "Apa yang sudah dilakukan ini, saya berharap menjadi inspirasi. Apa yang dilakukan oleh sahabat-sahabat di Semarang ini dapat ditiru di tempat-tempat lain," ungkapnya.

Gus Yaqut kembali menekankan bahwa keberagaman yang sudah ada di Indonesia jangan sampai tercerabut oleh munculnya gerakan-gerakan radikalisme dan sikap inteloran. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan berupa keberagaman. Maka jika ada suatu golongan atau kelompok yang ingin memaksakan keyakinannya sendiri maka harus dilawan.

Baca juga: Menag Sambangi GPIB Semarang: Saya Menteri Semua Agama, Selamat Merayakan Natal

"Gerakan-gerakan intoleran berpotensi menjadi radikal dan dapat memunculkan gerakan terorisme, maka harus dicegah. Negara Indonesia yang sangat plural dan beragam ini harus dijaga kedamaiannya," terangnya.

Ketua FKUB Jawa Tengah, Taslim Syahlan mengatakan Piagam Watugong berisi tiga rumusan dasar yang telah disepakati. Pertama yaitu penguatan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, penguatan moderasi beragama kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Ketiga, menguatkan toleransi silaturahmi kebangsaan. Perhelatan acara ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan bagi semua orang yang hadir di dalamnya, seperti diharuskan memakai masker, menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer, dan mencuci tangan. "Penandatangan Piagam ini dilakukan di Vihara Buddhagaya, Banyumanik-Semarang pada 10 Oktober 2020," katanya.

Ia menjelaskan, organisasi atau lembaga yang diundang merupakan organisasi atau lembaga yang membulatkan tekad untuk bersama-sama menjaga kerukunan dalam forum kerukunan beragama. Ia menyampaikan pentingnya kerja sama untuk merawat, merajut, merekatkan antar umat beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB
X