Harga PCR Turun, Perlu Diikuti Ketersediaan Pasokan yang Memadai

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 11:27 WIB
Ilustrasi tes PCR
Ilustrasi tes PCR

JAKARTA. suaramerdeka.com - Penurunan harga polymerase chain reaction (PCR) perlu diikuti ketersediaan pasokan yang memadai.

Tingginya Permintaan untuk tes PCR jadi jalan menekan harga adalah dengan memastikan adanya pasokan yang mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar.

“Kebijakan mematok harga tes PCR hanya akan efektif kalau pasokan berlimpah dan semua komponen biaya diketahui oleh pemerintah."

"Terlalu tingginya harga patokan dapat membatasi jumlah konsumen. Tetapi kalau harga terlalu rendah, supplier bisa mundur sehingga terjadi kelangkaan atau bahkan terbentuknya pasar gelap,” jelas Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta.

Baca Juga: Pegiat HAM Khawatir Turki Gunakan Interpol Pulangkan Aktivis di Luar Negeri

Karena Indonesia tidak memproduksi PCR sendiri dan ketersediaan sepenuhnya berasal dari impor, perlu ditinjau apakah kondisi tingginya harga terjadi karena jumlah importir yang terlalu sedikit.

Dengan adanya dominasi swasta pada impor PCR, pelibatan BUMN sebagai importir bisa saja mengendalikan harga.

Tetapi ini bukan solusi terbaik karena mengikuti harga patokan pemerintah tidak serta merta membuat mereka tidak merugi.

Pengambilalihan oleh BUMN juga dapat meningkatkan resiko disrupsi dan bottleneck karena jalur masuk pasokan menjadi sempit.

Baca Juga: Sah! Facebook Resmi Ganti Nama jadi Meta, Mark Zuckerberg Ungkap Makna dari Simbolnya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X