Ini Makna Bela Negara Menurut KPK

- Minggu, 20 Desember 2020 | 13:55 WIB
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Bela negara menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah bersatu melawan musuh negara dalam hal ini ancaman rongrongan laten korupsi yang lambat laun bisa meluluhlantakan negeri ini.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri,  

"Korupsi bukan hanya kejahatan yang merugikan keuangan atau perekonomian negara semata. Akan tetapi, korupsi adalah kejahatan kemanusiaan, di mana banyak negara gagal mewujudkan tujuan dan tugas utamanya, yaitu melindungi serta memenuhi seluruh hak dasar rakyatnya," kata Firli, Minggu (20/12).

Firli mengaku sependapat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo belum lama ini bahwa perlunya pendidikan antikorupsi sejak dini. Ini untuk membentuk generasi bangsa terhadap budaya antikorupsi, serta membangun sistem menutup peluang terjadinya penyelewengan uang negara dan jabatan.

"Sebagai unsur penyelenggara negara, ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, KPK sebagaimana yang diamanatkan undang-undang kepada kami, telah membuat dan menjalankan 3 (tiga) strategi pemberantasan korupsi yang merupakan core business KPK dalam pemberantasan korupsi menyeluruh yang dilaksanakan secara holistik, integral sistemik, dan sustainable," jelas mantan Kapolda Sumatera Selatan ini.

Firli pun memaparkan, pendekatan mulai dari tingkat pendidikan yakni TK hingga perguruan tinggi membentuk pola pikir dan budaya perilaku antikorupsi. Penyederhanaan sistem atau pemangkasan tumpang tindih regulasi di birokrasi juga telah menjebak semua pihak dan segera harus diakhiri.

Selain itu, kata Firli, KPK juga terus melakukan pendekatan penindakan yang tegas, profesional, akuntabel dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

 

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X