Wajib Rapid Test Antigen, Banyak Tamu Hotel di Malang Batalkan Pemesanan

- Sabtu, 19 Desember 2020 | 23:55 WIB
(istimewa)
(istimewa)

MALANG, suaramerdeka.com - Keputusan Pemerintah Kota Malang mewajibkan wisatawan yang menginap di hotel untuk rapid test antigen selama libur natal-tahun baru, berimbas pada banyaknya tamu hotel di Malang yang batalkan pemesanan. Hal itu disayangkan para pengelola hotel di kota apel itu.

Whiz Prime Hotel Malang menyayangkan kebijakan itu. Sejak beredar kabar wisatawan wajib rapid test antigen saat menginap di hotel. Sekitar 50 tamu hotel ramai-ramai membatalkan pemesanan pada periode Desember hingga akhir tahun. Rata-rata tamu hotel keberatan dengan kewajiban rapid test antigen.

"Sebenarnya sangat disayangkan. Kalau di sisi pengusaha, pasti merugikan, karena wisatawan kan jadi membatalkan, karena ada syarat begitu, akhirnya gak usah bepergian. Dan ini pun sudah ada pembatalan, yang tadinya sudah pesan, terus ada edaran seperti itu, akhirnya batal gak jadi datang. Memberatkan buat usaha hotel. Sejauh ini di kisaran 50 orang," kata General Manager Whiz Prime Hotel Malang, Azis Sismono.

Azis mengungkapkan hampir setiap hari ada tamu hotel yang membatalkan pemesanan. Apalagi sekarang sejak pandemi terjadi pergeseran tren pemesanan kamar. Jika sebelum pandemi pemesanan dilakukan jauh hari hingga H-7. Saat ini pemesanan kamar dilakukan H-1, bahkan hingga mendekati H-1 tidak ada yang pesan.

Azis mengatakan, keputusan Pemkot Malang hanya melihat sisi kesehatan saja tanpa mempertimbangkan sektor ekonomi. Padahal pelaku usaha perhotelan telah menjamin tempat mereka menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan baik.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X