Catat! Ini Perbedaan Rapid Test, Swab Antigen dan PCR

- Jumat, 18 Desember 2020 | 08:24 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sampai saat ini pemerintah masih terus berupaya untuk melakukan melakukan pemeriksaan laboratorium secara masif, untuk menemukan kasus covid-19 di masyarakat. Langkah ini diambil guna melacak dan memutus rantai penyebaran virus Corona di tanah air.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan ada dua jenis tes untuk screening, yaitu berjenis rapid test baik yang berbasis antibodi maupun antigen. Rapid test antibodi mendeteksi antibodi imunoglobulin M dan imunoglobulin G.

Cara kerja rapid test antibodi dengan mengambil darah untuk sampel pemeriksaan. Lama waktu yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi dalam tubuh adalah 5 hingga 10 menit. Harga rapid test antibodi ini cukup terjangkau yaitu berkisar Rp 150 ribu.

Lalu, rapid test antigen seperti dirangkum dari laman FDA adalah tes untuk mengidentifikasi orang yang terinfeksi virus corona dengan mendeteksi adanya materi genetik atau protein spesifik dari virus tersebut dalam tubuh seseorang. Sampel yang diambil adalah lendir dari dalam hidung maupun tenggorokan dengan metode usap (swab). Sehingga, rapid test antigen terkadang disebut juga dengan swab antigen.

Tes ini bisa dikatakan lebih akurat dan spesifik dibandingan rapid test antibodi karena mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan. Hasil tes ini bisa didapatkan hanya dalam waktu hitungan menit saja biasanya sekitar 15 hingga 30 menit. Namun, tes ini masih kurang akurat jika dibandingkan dengan PCR.

Baca juga: Keluar Masuk Jakarta Gunakan Pesawat, Kapal dan Bus Wajib Sertakan Rapid Antigen

Kemudian jenis tes untuk tujuan diagnostik sudah menjadi gold standard ialah dengan PCR, yang secara awam sering disebut dengan nama swab test. Tes ini merupakan rekomendasi yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak Covid-19 melanda dunia. Tes ini digunakan untuk mendeteksi penyakit dengan cara mencari jejak materi genetik virus pada sampel yang dikumpulkan. Sampelnya yang dikumpulkan ini diambil melalui teknik usap hidung atau tenggorokan (swab).

Materi genetik yang ada di tiap sel, termasuk virus, dapat berupa deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA). Keberadaan DNA dan RNA ini bisa dideteksi oleh teknologi PCR lewat teknik amplifikasi atau perbanyakan. Keberadaan material genetik dan suatu jenis penyakit akibat infeksi bakteri atau virus seperti COVID-19 bisa terdeteksi.

Itulah perbedaan rapid test, swab antigen dan tes PCR. Perbedaan tes PCR dan swab antigen terletak pada teknik dan teknologi yang digunakan. PCR mencari keberadaan virus corona melalui RNA dan DNA, sedangkan swab antigen melalui antigen atau protein yang dikeluarkan virus corona. Dan rapid test antibodi dengan mengambil darah untuk sampel pemeriksaan.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB
X