Buat Gim Edukasi, Permudah Pembelajaran Aljabar

- Jumat, 18 Desember 2020 | 01:00 WIB
SM/Septina Nafiyanti - Ahmad Reihan Alavi
SM/Septina Nafiyanti - Ahmad Reihan Alavi

Siswa SMA 1 Jepara berhasil mengukir prestasi pada Lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK) 2020 yang diselenggarakan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

MENGISI waktu libur pasca penilaian akhir semester (PAS), Ahmad Reihan Alavi (17) masih sibuk memainkan ponselnya. Sehari-hari ia memang tidak lepas dari ponsel pintar yang memuat sekitar 17 aplikasi buatannya sendiri. Satu di antaranya adalah gim edukasi operasi hitung aljabar. Anak dari pasangan M Elfin Noor dan Avia Meilvi ini membuat aplikasi dengan mengadaptasi gim plant vs zombie. Permainanya sederhana, setiap zombie akan membawa papan pertanyaan mengenai operasi hitung aljabar.

Ada tiga zona yang bisa dipilih pemain, yaitu pengurangan dan penambahan, perkalian dan pembagian, serta perpangkatan dan pengakaran. Gim yang dibuatnya dilengkapi dengan pilihan penangkap layar dan bisa disimpan di perangkat. Hal itu mempermudah siswa untuk menyimpan materi yang ada dalam permainan ini.

''Gim ini awalnya saya buat sendiri untuk belajar. Karena saya kurang suka matematika, jadi saya membuat gim untuk mempermudah. Materinya tanya sama guru dan teman,'' ungkap Reihan yang memang hobi membuat aplikasi ini.

Gim itu dibuatnya sebelum ada pengumuman lomba MembaTIK, sehingga ketika diikutkan lomba pada April lalu, dia harus membuat penyesuaian. Mata pelajarannya juga dikhususkan untuk SMP kelas VII, VIII, dan IX. Beberapa operasi juga disesuaikan dengan kriteria lomba. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

Sebelum sempurna, pembuatan gim ini sempat terhenti karena kesibukan sekolah dan kegiatan lain. Pada lomba tersebut, Reihan menjadi satu-satunya pelajar yang berhasil menjadi juara. Lainnya mayoritas adalah dosen dan guru karena lomba pembuatan bahan ajar. Ia tidak menyangka jika pada Jumat (4/12), Kemendikbud mengumumkannya sebagai juara II.

''Diumumkan secara daring, penyampaian sertifikat kejuarannya juga daring,'' beber warga Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara. Ini kali kedua Reihan menyabet juara II dalam even yang sama. Sebelumnya, pada 2017, ketika ia duduk di kelas IX SMPN 1 Jepara ia sempat mengukir prestasi yang sama. Saat itu, ia membuat gim metamorforsis katak dan kupu-kupu.

Karyanya mempermudah teman-temannya belajar IPA, khususnya proses metamorforsis pada dua binatang tersebut. ''Saya senang karena bisa menyalurkan hobi membuat aplikasi gim, sekaligus membantu teman-teman,'' terangnya. Kini, aplikasi gim belajarnya bisa diunduh di portal belajar.kemendikbud.go.id secara gratis.

Produk-poduk buatannya ini diharapkan bisa memberikan manfaat kepada seluruh pelajar yang mengalami kendala dalam mata pelajaran tertentu. Ke depan, ia berencana akan membuat aplikasi gim edukasi lainnya untuk memperbanyak pilihan media belajar yang mudah dan menyenangkan.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X