Kepala BSSN: Serangan Siber Meningkat Tiga Kali Lipat

- Selasa, 15 Desember 2020 | 09:38 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kejadian serangan siber sepanjang tahun ini meningkat hampir tiga kali lipat. Data yang dihimpun Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas BSSN) mencatat, selama periode Januari-November 2020 terjadi lebih dari 423 juta serangan siber.

"Jumlah ini lebih banyak, nyaris tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019," ungkap Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian dalam Simposium Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Senin (14/12).

Dijelaskan, definisi serangan siber adalah upaya aktif dari pihak tertentu dengan tujuan merusak dan menimbulkan kerugian pada pihak yang diserang. Serangan siber terdiri dari dua jenis yakni teknikal, dan sosial.

Baca Juga: Ancaman Kejahatan Siber, Peran Masyarkat Perlu Ditingkatkan

Serangan siber teknikal menargetkan sistem informasi dengan tujuan mendapatkan akses ilegal ke dalam jaringan guna menghancurkan, mengubah, mencuri atau memodifikasi informasi. 

Adapun serangan siber yang bersifat sosial, target utamanya adalah cara pikir manusia yang berinteraksi dengan ruang siber. "Senjata utama dari serangan siber yang menargetkan social networking adalah informasi yang direkayasa. Tindakan semacam ini dapat mengancam persatuan dan falsafah Pancasila," ujar Hinsa.

Baca Juga: BSSN dan Kominfo Perlu Lahirkan Aplikasi Lokal yang Aman

Agenda SKSN ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata kehadiran negara dalam mewujudkan keamanan dan ketahanan nasional di ruang siber. Saat ini, draft Perpres SKSN RI sedang menunggu persetujuan Presiden RI. Diharapkan, payung hukum itu dapat diundangkan pada tahun 2021.

Acara simposium dihadiri Gubernur DIY yang diwakili oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir secara daring. Narasumber terdiri dari Intan Rahayu, S.Si., M.T (Direktur Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional, Deputi I BSSN), Rizal Edwin Manansang (Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Digital, Kemenmko Perekonomian), Prof. Dr. Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng (Guru Besar Teknik Komputer, Universitas Indonesia), Dr. Fetri E.H. Miftach (Direktur PT Xynexis Internasional), dan Ardi Sutedja K (Ketua Indonesia Cyber Security Forum/ICSF).

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X