Transisi Energi Listrik: Dominasi Batu Bara Sebagai Pembangkit Jadi Tantangan

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 10:00 WIB
Direktur Ketenagalistrikan, Telekomunikasi dan Informatika, Kementerian PPN/Bappenas Rachmat Mardiana dalam diskusi daring 'Peran Sektor Batubara dalam Menghadapi Tantangan Transisi Energi di Indonesia'. (suaramerdeka.com / dok)
Direktur Ketenagalistrikan, Telekomunikasi dan Informatika, Kementerian PPN/Bappenas Rachmat Mardiana dalam diskusi daring 'Peran Sektor Batubara dalam Menghadapi Tantangan Transisi Energi di Indonesia'. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Salah satu tantangan dalam melaksanakan transisi energi di sektor ketenagalistrikan Indonesia adalah dominasi batu bara sebagai sumber pembangkit listrik utama.

Hingga 2020, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat 50,3 persen dari listrik di Indonesia dihasilkan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Uap batu bara.

Hal ini diungkapkan Direktur Ketenagalistrikan, Telekomunikasi dan Informatika, Kementerian PPN/Bappenas Rachmat Mardiana dalam diskusi daring “Peran Sektor Batubara dalam Menghadapi Tantangan Transisi Energi di Indonesia”.

Diskusi ini diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Clean Affordable and Secure Energy (CASE) Indonesia, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan Institute for Essential Services Reform (IESR).

Baca Juga: TNI dan PLN Perkuat Jalinan Kerja Sama, Upaya Jaga Pasokan Listrik Tetap Andal

Selain sebagai sumber energi listrik, batu bara merupakan komoditas ekspor yang berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak dan memberikan dampak positif pada neraca dagang Indonesia.

Pada 2019, International Energy Agency menempatkan Indonesia sebagai eksportir batu bara terbesar di dunia dengan jumlah ekspor sebesar 455 metrik ton dan valuasi sebesar USD 34 miliar, jika asumsi per ton senilai USD 75.

Fakta ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk menemukan strategi dekarbonisasi bidang berbasis energi, khususnya di sektor ketenagalistrikan, sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi.

“Indonesia melihat pentingnya diversifikasi sumber listrik untuk ketahanan dan kemandirian energi nasional. Pemenuhan kebutuhan listrik akan diarahkan dari listrik terbarukan yang juga banyak tersedia di berbagai daerah di Indonesia."

Baca Juga: Cuti Bersama Dihapus, Puan: Ingat, Gelombang Covid Selalu Menghantui pada Musim Liburan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X