IDI: 342 Dokter dan Perawat Meninggal Karena Covid-19

- Sabtu, 5 Desember 2020 | 16:31 WIB
Istimewa
Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Divisi Advokasi dan Hubungan Eksternal Tim Mitigasi PB IDI, Eka Mulyana, mengumumkan sebanyak 342 tenaga medis wafat akibat Covid 19. Jumlah tersebut terdiri dari 192 dokter, 14 dokter gigi, dan 136 perawat.

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 101 dokter umum (4 guru besar), dan 89 dokter spesialis (7 guru besar), serta dua residen yang keseluruhannya berasal dari 24 wilayah dan 85 kabupaten/kota.

Eka Mulyana, menegaskan, Covid-19 bukanlah hoaks atau hasil konspirasi. Pasalnya, virus tersebut telah menyebabkan banyak orang meninggal dunia dalam waktu cepat.

"Kami berharap apabila Anda termasuk orang yang tidak mempercayai adanya Covid ini,  janganlah mengorbankan keselamatan orang lain dengan ketidakpercayaan tersebut," ujar Eka dalam siaran pers pada Sabtu (5/12).

Baca Juga: Lagi, Dokter Gugur Tangani Covid

Baca Juga: Alokasi Tenaga Medis Perlu Strategi Hadapi Pandemi Covid

Tingginya kasus pasien positif Covid serta angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi peringatan agar tetap waspada dan mematuhi 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Apabila masyarakat  mengabaikan protokol kesehatan, tidak hanya akan mengorbankan keselamatan diri sendiri, juga keluarga dan orang terdekat

Eka meminta seluruh elemen masyarakat mematuhi protokol kesehatan. "Kami dari tim mitigasi PB IDI secara khusus juga mengingatkan kepada para teman sejawat tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk waspada dan tetap menjalankan SOP dalam pedoman standar perlindungan dokter di saat pelayanan dan saat berada di keluarga dan komunitas," ujar dia

Baca Juga: PKB Gelar Doa Kunut Akbar untuk Dokter dan Tenaga Medis se-Indonesia

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhilah, menambahkan bahwa sekitar 75% perawat yang meninggal akibat virus corona umumnya bertugas di kamar rawat inap. Kemungkinan perawat tertular dari pasien sebelum hasil tes usap mereka keluar dari laboratorium atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Risiko penularan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan pun semakin tinggi dengan jumlah kasus yang semakin meningkat. Terlebih lagi tenaga kesehatan dari berbagai divisi, termasuk petugas laboratorium, sudah kewalahan menangani lonjakan pasien Covid-19.

Oleh karena itu, dia berharap dukungan pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan untuk meningkatkan pemeriksaan kesehatan sehingga bisa diperoleh hasil yang lebih cepat untuk mengurangi angka penularan di rumah sakit. Termasuk pemeriksaan rutin untuk para tenaga kesehatan

Di sisi lain, anggota Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI  dr Weny Rinawati mengingatkan para tenaga kesehatan agar tidak menurunkan kualitas Alat Perlindung Diri (APD). Saat ini standar level APD yang wajib dikenakan oleh para tenaga kesehatan merupakan level tertinggi sesuai dengan resiko tempat pelayanan.

"Kami juga berharap agar pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan menyediakan APD yang layak bagi para tenaga kesehatan. Sedangkan para tenaga kesehatan yang berpraktek secara pribadi sebaiknya tetap menggunakan APD level sesuai potensi risiko dalam menangani pasien," kata Weny.

Adapun jumlah dokter dan perawat yang meninggal akibat Covid-19 berdasarkan provinsi: Jawa Timur 39 dokter, 2 dokter gigi, dan 36 perawat, DKI Jakarta 31 dokter, 5 dokter gigi dan 21 perawat, Sumatra Utara 24 dokter dan 3 perawat, Jawa Barat 17 dokter, 3 dokter gigi, dan 18 perawat, Jawa Tengah 17 dokter dan 21 perawat, Sulawesi Selatan 7 dokter dan 3 perawat, Banten 7 dokter dan 2 perawat, Bali 6 dokter, DI Aceh 6 dokter dan 2 perawat, Kalimantan Timur 5 dokter dan 3 perawat, Riau 5 dokter, DI Yogyakarta 5 dokter dan 2 perawat, Kalimantan Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat, Sumatra Selatan 4 dokter dan 5 perawat, Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat, Sulawesi Utara 3 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sumatra Barat 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat, Kalimantan Tengah 1 dokter dan 2 perawat, Lampung 1 dokter dan 1 perawat, Maluku Utara 1 dokter dan 1 perawat, Bengkulu 1 dokter, Sulawesi Tenggara 1 dokter dan 2 dokter gigi, Papua Barat 1 dokter Papua 2 perawat, DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait 2 perawat, Nusa Tenggara Timur 1 perawat, Kalimantan Barat 1 perawat,

 

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X