Mal Pelayanan Publik Kulon Progo Bakal Percepat Pertumbuhan Ekonomi

- Jumat, 4 Desember 2020 | 13:14 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kulon Progo, DIY. Pusat pelayanan ini adalah satu jawaban atas terciptanya birokrasi yang terbuka dan melayani masyarakat dengan cepat.

Menteri Tjahjo mengatakan, salah satu visi misi presiden adalah mempersingkat alur birokrasi. Pemerintah pusat hingga tingkat kelurahan harus memberikan pelayanan terbaik dengan mempercepat proses perizinan. "Sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah cepat berkembang dan masyarakat lebih puas terhadap birokrasi," ujar Menteri Tjahjo, saat peresmian MPP Kabupaten Kulon Progo, Jumat.

Baca Juga: Menpan-RB Apresiasi Galeri Investasi di Mal Pelayanan Publik

MPP ini melayani masyarakat Kulon Progo dengan 333 jenis layanan dari 20 instansi vertikal. Dengan layanan yang beragam, Menteri Tjahjo berharap MPP ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, yang tentu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Tjahjo juga mengemukakan harapannya agar pelayanan di MPP Kabupaten Kulon Progo bisa terintegrasi dengan layanan milik Pemprov D.I. Yogyakarta. "Jangan sampai ada hal-hal yang justru menimbulkan keterlambatan," ungkapnya.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo, mengatakan bahwa pembangunan MPP Kabupaten Kulon Progo berawal dari penandatanganan komitmen antara Pemkab Kulon Progo dengan Menteri PANRB pada Februari 2018.

MPP ini mulai beroperasi pada akhir tahun 2018. Pada 28 Desember 2018, Pemkab Kulon Progo melakukan soft launching MPP ini.

Awalnya, terdapat 121 jenis layanan di MPP Kabupaten Kulon Progo. Kini meningkat drastis menjadi 333 jenis layanan, yang diberikan oleh 20 unit penyelenggara pelayanan. MPP di kabupaten yang dijuluki The Jewel of Java ini juga sebagai bentuk new public management dan new public service.

Sistem kerja di MPP yang modern dan terintegrasi, menurut Sutedjo, juga mengubah cara kerja ASN agar lebih berkinerja tinggi serta memberi pelayanan maksimal bagi masyarakat. "MPP memicu tumbuhnya industri mikro dan minat investor, sehingga ekonomi dan kesejahteraan tumbuh," pungkas Sutedjo.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB
X