Asah Literasi Matematika dengan Gunakan Modul Belajar yang Menarik Melalui Shinkenjuku Online

- Kamis, 3 Desember 2020 | 22:33 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagian orang tua mengalami stress dalam mendampingi anaknya karena tidak semua orang tua siap menjelaskan banyak hal yang terkait dengan materi pelajaran, terutama matematika yang masih menjadi momok menakutkan bagi hampir sebagian anak.

Oleh karena itu, seiring dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, Shinkenjuku sebagai bimbingan belajar matematika khusus sekolah dasar yang menekankan pada pemahaman konsep dan penguatan kemampuan berpikir anak mendukung bahwa keselamatan dan kesehatan para peserta didiknya adalah yang paling penting.

"Shinkenjuku berpegang teguh pada komitmen membantu pendidikan anak-anak Indonesia mengubah proses pembelajarannya yang tadinya tatap muka (offline) menjadi servis layanan baru yang diberi nama Shinkenjuku Online," ujar Presiden Direktur Shinkenjuku, Keiko Toyoizumi dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12).

Di Shinkenjuku Online, lanjut Keiko, anak mengasah literasi matematika menggunakan modul belajar berisikan karakter-karakter menarik yang menemani anak-anak memahami konsep-konsep matematika dalam bentuk cerita.

"Pembelajaran interaktif dilaksanakan secara online melalui aplikasi dan komunikasi seperti Google Meet, Zoom dan Whatsapp yang dipandu oleh para fasilitator dalam kelompok kecil maksimal tiga anak (semi-private dan private) dengan durasi waktu yang sesuai untuk daya konsentrasi anak di usianya," tuturnya.

Selain itu, Shinkenjuku Online juga memberikan layanan Interactive Challenge Session (ICS) yang memberikan anak kesempatan untuk menggunakan ilmu yang dimiliki, mengasah kemampuan menilai situasi, berkolaborasi dengan teman-teman lain dari seluruh Indonesia dan mengekspresikan pemikiran mereka dalam setting kelas besar seperti di sekolah.

Menurutnya, Shinkenjuku Online dirancang untuk memastikan bahwa anak dapat memperoleh kemampuan berpikir, melatih kemampuan problem solving, meningkatkan kemandirian anak, dan bisa belajar darimana saja dengan tidak mengurangi keseruan anak dalam belajar matematika.

"Melalui siklus wawancara ? pembelajaran / praktik ? diagnosis kemampuan, kami akan memberikan bimbingan sambil mengamati setiap anak. Dan faktanya hampir 95 persen pelanggan kami puas, terbukti dari beberapa testimoni yang kami terima dengan sangat baik dari para orang tua, seperti "motivasi belajar di rumah meningkat", “Anak saya menjadi menjadi lebih berinisiatif dan lebih berani mengeluarkan pendapatnya”," terangnya.

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB
X