Warning Covid-19 Jateng! Keterisian Tempat Tidur ICU 80 Persen

- Kamis, 26 November 2020 | 09:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Perkembangan kasus Covid-19 Jawa Tengah di pekan terakhir November 2020 makin mengkhawatirkan. Jawa Tengah dan DKI Jakarta mencatat kasus Covid-19 harian tertinggi secara nasional. Bahkan kedua provinsi mencatat kasus baru tembus  angka 1.000 dalam hari-hari terakhir ini.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan sejalan dengan peningkatan kasus di sejumlah provinsi, tren peningkatan keterisian kapasitas tempat tidur patut diwaspadai lantaran ini menandakan penularan Covid-19 yang tinggi masih terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Peningkatan tren pasien baik yang masuk rawat jalan, IGD dan rawat inap, berdampak pada ketersediaan tempat tidur di berbagai rumah sakit di berbagai daerah. Lima provinsi dengan ketersediaan tempat tidur ICU dan tempat tidur isolasi hampir penuh, yakni Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Provinsi Banten kapasitas tempat tidur ICU sudah terisi 97 persen atau mencapai 115 ruangan. Untuk ruang isolasi terpakai 80 persen atau 1.413 tempat tidur. DKI Jakarta tempat tidur ICU terisi 69,57 persen dan tempat tidur isolasi terisi 71,66 persen. Jawa Barat tempat tidur ICU terisi 73,45 persen dan tempat tidur isolasi terisi 69,62 persen. Jawa Tengah tempat tidur ICU terisi 80 persen dan tempat tidur isolasi terisi 77,45 persen. Lalu Jawa Timur tempat tidur ICU terisi 54,86 persen dan tempat diri isolasi terisi 57,43 persen.

"Berkaca dari situasi ini, ini menunjukkan masih tingginya penularan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu saya meminta masyarakat untuk terus secara disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan kapanpun, dimanapun dalam setiap aktivitas yang dilakukan, jangan sampai lengah," ujar Wiku.

Baca juga: Pecah Rekor! 5.534 Kasus Covid-19, DKI dan Jateng Tetap Tertinggi

Wiku mengingatkan tren kenaikan signifikan perlu menjadi alert atau peringatan untuk segera melakukan tanggap siaga. ‘’Kita harus mempertimbangkan beban kerja tenaga kesehatan, jangan sampai terjadi keletihan ekstrem dan akhirnya pelayanan tidak dapat diberikan secara maksimal," ujarnya.

Terdapat langkah-langkah antisipasi oleh pemerintah daerah melalui Rekayasa Pelayanan Kesehatan. Jika kenaikan pasien 20-50 persen, rumah sakit dapat menampung lonjakan pasien sebanyak dua kali lipat. Jika kenaikan pasien lebih dari 50 sampai dengan 100 persen, rumah sakit dapat menggunakan ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan pasien Covid-19. Lalu, jika kenaikan pasien lebih dari dua kali lipat, maka dapat mendirikan tenda darurat di area rumah sakit, atau mendirikan rumah sakit lapangan, atau darurat.

Selain itu ia meminta pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan kesehatan sesuai standar bagi para pasien Covid-19 baik yang dirawat di ruang ICU maupun ruang isolasi, sehingga dapat segera sembuh. Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. "Jangan sampai rumah sakit terisi penuh oleh pasien Covid-19 dan menghambat pelayanan kesehatan yang menjadi hak seluruh masyarakat tanpa terkecuali," kata Wiku.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X