Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi, Abaikan Prokes saat Pencatatan Nikah

- Selasa, 24 November 2020 | 06:14 WIB
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin. (SM/dok)
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin. (SM/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang, Sukana dibebastugaskan dan dimutasi sebagai penghulu di wilayah Kemenag Jakarta Pusat.

Keputusan itu diambil berdasarkan investigasi Tim Ispektorat Jenderal Kemenag, karena mengabaikan ketentuan protokol kesehatan, saat pencatatan pernikahan Muhamad Irfan dan Najwa Syihab di Petamburan, 14 November 2020. 

''Sukana mulai hari ini (Senin-Red) tidak lagi mendapat mandat tugas tambahan sebagai Kepala KUA Tanah Abang. Sukana dimutasi sebagai penghulu di Kemenag Jakarta Pusat,'' kata terang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, dalam keterangan tertulis yang diterima suaramerdeka.com, Senin (23/11).

Baca Juga: Pemeriksaan Habib Rizieq Adalah Kewenangan Penyidik

Menurutnya keputusan ini sejalan dengan komitmen Menag Fachrul Razi, bahwa keluarga besar Kementerian Agama harus ketat dalam menjalankan protokol kesehatan, demi menghindari penularan Covid-19 dalam melakukan pelayanan.

''Dari hasil investigasi Tim Itjen Kemenag, kepala KUA Tanah Abang dinilai mengabaikan ketentuan terkait protokol kesehatan saat menjalankan tugas pencatatan pernikahan Muhamad Irfan dan Najwa Syihab di Petamburan, 14 November 2020. Padahal, penerapan protokol kesehatan itu sudah jelas diatur dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nomor: P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang Pelayanan Nikah menuju Masyarakat Produktif Aman Covid,'' ujarnya. 

Sebelumnya, Kementerian Agama juga telah memutasi Kepala Kantor Kemenag Jombang melalui Surat Keputusan Menteri Agama No 032232/B.II/3/2020 tanggal 26 Oktober. Sanksi disiplin ini diberikan setelah Kepala Kankemenag Jombang menggelar pesta pernikahan yang menyebabkan kerumunan pada 4 Oktober 2020. 

Kamaruddin Amin menegaskan bahwa arahan Menag Fachrul Razi sangat jelas. Dalam situasi bagaimanapun, setiap pejabat Kementerian Agama harus berusaha keras menegakkan protokol kesehatan, demi keamanan orang banyak.

''Arahan Menag tegas dan jelas. Kelalaian atas pelaksanaannya pasti akan diberi tindakan tegas, karena dapat membahayakan orang banyak yang ada di tempat itu. Dan juga akan membahayakan anak-anak dan keluarga mereka di rumah saat virus itu terbawa ke rumah,'' tegas Kamaruddin Amin.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB
X