Pakar Minta Presiden Jokowi Kebijakan Tes PCR bagi Calon Penumpang Pesawat Ditata Ulang

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:25 WIB
Tes PCR. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Tes PCR. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dokter Pandu Riono meminta Presiden Jokowi terkait kebijakan tes PCR bagi calon penumpang pesawat yang menuai kritikan, Rabu, 27 Oktober 2021.

Permohonan kepada Presiden Jokowi itu diungkapkan Pandu Riono melalui akun twitternya, @drpriono1.

"Pak @jokowi Mohon kebijakan tes untuk mendeteksi orang yg dapat menularkan SarsCov2 (fase infeksius) baik sebagai persyaratan pengguna transportasi publik atau persyaratan lain perlu ditata ulang," kata Pandu Riono di akun twitternya.

Baca Juga: Pernyataan Kemenag Hadiah untuk NU, Pengamat: Permintaan Maaf Bisa Turunkan Tensi Kegaduhan

Menurutnya, tes PCR bagi calon penumpang pesawat memang untuk mengantisipasi agar tidak ada penyebaran covid-19.

Akan tetapi, Pandu menambahkan, agar tes yang dilakukan tidak memberatkan masyarakat.

Artinya, tes PCR itu harus mampu menjangkau masyarakat dan hasilnya akurat.

Baca Juga: Pernyataan Kemenag Hadiah untuk NU, Pengamat: Permintaan Maaf Bisa Turunkan Tensi Kegaduhan

Seperti diketahui, sesuai dengan inmendagri, calon penumpang pesawat wajib menyertakan surat tes PCR dan aturan itu mulai berlaku 1 November 2021.

Akan tetapi aturan tersebut dinilai memberatkan calon penumpang pesawat, karena harga tes PCR terlalu tinggi.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X