Kasus Covid-19 Indonesia Membaik, Presiden Ingatkan 3 Hal yang Bisa Memicu Kenaikan

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 08:36 WIB
Presiden Joko Widodo (setkab.go.id)
Presiden Joko Widodo (setkab.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Situasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia makin membaik, namun harus tetap disikapi dengan hati-hati.

Sejumlah indikator Covid-19 seperti tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR), positivity rate, hingga laju reproduksi efektif (Rt) telah berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Presiden Joko Widodo lantas menegaskan, jika pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga kehati-hatian dan kewaspadaan tetap harus jadi prioritas.

“Artinya, [kita] pada posisi yang baik, pada posisi yang rendah. Tetapi perlu saya ingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia, awal pekan ini, secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta.

Baca Juga: Aksi Ambil Untung Membuat Harga Emas Tergelincir di Akhir Perdagangan

Perkembangan kasus harian juga telah menurun drastis jika dibandingkan dengan kasus saat puncak penularan yang sempat mencapai 56 ribu kasus positif.

Dalam empat hari terakhir, kasus harian relatif rendah yakni 22 Oktober hanya 760 kasus, 23 Oktober 802 kasus, 24 Oktober 623 kasus, dan 25 Oktober 460 kasus.

Meski demikian, Kepala Negara juga mengingatkan bahwa tren kasus positif di dunia dalam minggu ini mengalami kenaikan sekitar dua persen.

Di Eropa misalnya, dalam minggu ini naik sampai 23 persen, kemudian Amerika Selatan naik 13 persen.

Baca Juga: Covid-19 ASEAN Menurun, Presiden Joko Widodo Tekankan Percepatan dan Penguatan Bidang Kesehatan

“Inilah yang harus mengingatkan kita, bahwa kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian. Sekali lagi, terjadi tren kenaikan kasus dunia,” imbuhnya.

Presiden menuturkan bahwa tren kenaikan kasus tersebut masalahnya ada pada tiga hal.

Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan.

Kedua, protokol kesehatan yang tidak disiplin lagi, misalnya kebijakan lepas masker di sejumlah negara.

Baca Juga: Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Memiliki Manfaat bagi Kesehatan

Ketiga, pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Hati-hati juga mengenai sekolah, yaitu pembelajaran tatap muka. Tiga hal ini agar kita semuanya hati-hati,” lanjutnya.

Menurut Presiden, protokol kesehatan di sekolah harus dijalankan secara disiplin dan ketat terutama di sejumlah area seperti kantin dan tempat parkir.

Selain itu, Presiden juga meminta agar para kepala daerah dan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk turut mengingatkan pihak sekolah.

“Kami juga perlu pengawasan lapangan. Manajemen pengawasan lapangan ini sangat diperlukan sehingga kejadian-kejadian yang ada di negara lain tidak terjadi di sini,” ungkapnya.

Presiden menekankan pendidikan yang berkualitas harus tetap dihadirkan bagi anak-anak Indonesia.

“Saya berharap agar pembelajaran tatap muka terus didorong, tetapi juga percepatan vaksinasi terhadap anak-anak kita, murid-murid kita juga dipercepat. Pendidikan yang tetap berkualitas harus kita hadirkan di tengah-tengah anak didik kita,” tandasnya.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X