RTH Berisi Tanaman Buah; Hasil Bisa Dipetik dan Berfungsi Menjadi Serapan Air

Achmad Rifki
- Jumat, 20 November 2020 | 22:16 WIB
Kabid Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati bersama dengan akademisi dan pakar lingkungan saat meninjau ke Taman Bumirejo.
Kabid Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati bersama dengan akademisi dan pakar lingkungan saat meninjau ke Taman Bumirejo.

SEMARANG, suaramerdeka.com - Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) diharapkan tidak hanya sebagai salah satu penghambat laju polusi udara yang semakin parah. Melainkan juga bisa menjadi paru-paru kota, dimanfaatkan sebagai ruang interaksi masyarakat, bisa dimanfaatkan untuk tempat bermain, berolahraga, maupun untuk relaks dan melepaskan kejenuhan. Selain itu bisa memberi manfaat lain untuk menjadi lahan produktif khususnya tanaman buah, yang umumnya berusia panjang dan dapat panen berkali-kali tanpa menebang pohon. Untuk itu, Pemkot Semarang berusaha untuk mewujudkan keberadaan tanaman berdesain tanaman buah, di masa mendatang.

 

Kabid Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, menjelaskan, dalam waktu dekat keinginan masyarakat Kota Semarang untuk dapat memetik buah di taman akan segera terwujud. Pihaknya berencana menanam tanaman buah di beberapa taman di Kota Semarang. Tidak hanya di lokasi taman-taman baru, taman-taman lama pun akan ikut ditanami jenis pohon tersebut.

''Kami selaku pengelola taman kota dan taman lingkungan di Kota Semarang, akan menciptakan konsep kebun buah di dalam taman-taman. Berbagai jenis tanaman berbuah direncanakan akan ditanam di 22 taman aktif. Pengunjung taman dapat menikmati suasana keindahannya dan memetik buah disana. Penempatan tanaman buah akan terpusat pada areal taman untuk mempermudah pemeliharaan dan menjaga kebersihan,'' ujar Pipie panggilan akrabnya, Jumat (20/11).

Program ini dimaksudkan agar taman kota selain menjadi RTH dan sarana rekreasi, kata dia, hasilnya juga dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Rencananya, jenis tanaman buah yang akan ditanam yakni yang akarnya tidak merusak, tidak bergetah, serta mudah perawatannya. Menurutnya, Indonesia bisa belajar dari Thailand, dimana budaya menanam dan mengembangkan produk buah-buahan berkualitas unggul begitu kuat. Terbukti, mereka menjadi rujukan untuk kualitas buah terbaik, khususnya dari daerah Bangkok. Padahal, buah-buahan tersebut juga ada di Indonesia. Seperti manggis, apel ijo, mangga varietas Thailand, rambutan, nangka, kedondong, nangka, jambu air, dan durian.

''Tumbuhnya budaya pengembangan dan menanam buah ini di negara Thailand, tentunya tidak terlepas dari upaya pemerintah negeri Gajah Putih untuk senantiasa memberikan penyadaran dalam program menanam buah di setiap lahan yang ada. Baik itu di tempat umum maupun pekarangan rumah warganya,'' ungkap Pipie.

Nantinya pengunjung taman diperbolehkan untuk memetik buah-buah yang sudah matang. Syaratnya, mereka tetap harus menjaga kebersihan taman. Meski taman-taman dikelola Pemkot Semarang, tetapi keberadaannya tidak akan berfungsi optimal tanpa dukungan, partisipasi, perhatian dan pengertian masyarakat. Baik sebagai RTH, sarana rekreasi maupun kebun buah.

''Untuk pengadaan bibit tanaman buahnya, nanti bisa berkolaborasi dengan Dinas Pertanian, membelinya, maupun membibitkannya secara mandiri. Namun tentunya tidak semua tanaman berisi pohon buah, akan ada tanaman peneduh lainnya yang juga berfungsi sebagai resapan air,'' terang dia.

Sementara itu, salah satu akademisi yang turut terlibat dalam konsep dan desain taman buah tersebut yakni Dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro Semarang, Prof Sriyana. Dirinya menyampaikan, konsep ini merupakan bagian dari rencana strategis Pemkot Semarang. Keberadaan tanaman buah-buahan bisa menjadi konservasi lingkungan, juga buat tampungan bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan resapan air.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Terkini

Viral! Edy Mulyadi Hina Kalimantan, Begini Sosoknya 

Senin, 24 Januari 2022 | 14:34 WIB
X