Ini Profil Soegondo Djojopuspito, Ketua Kongres Sumpah Pemuda

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:40 WIB
Soegondo Djojopuspito/Foto Istimewa
Soegondo Djojopuspito/Foto Istimewa



SUARAMERDEKA.COM - Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober setiap tahunnya.

Sebelum tercetusnya sumpah pemuda, terdapat dua tahapan yang harus dilewati yakni Kongres Pemuda I dan II.

Kongres Pemuda I diadakan tanggal 30 April-2 Mei 1926. Kongres Pemuda II diadakan tanggal 27-28 Oktober 1928.

Baca Juga: Jaga Kearifan Lokal, Sejumlah Desa Gelar Acara Budaya Meski Pandemi

Kongres Pemuda II ini diketuai oleh Soegondo Djojopuspito.

Soegondo Djojopuspito lahir di Tuban, Jawa Timur pada 22 Februari 1904.

Bapaknya bernama Kromosardjono merupakan seorang penghulu dan Mantri juru tulis di Desa Kota Tuban Jawa Timur.

Baca Juga: Siswa SDN Krapyak Ukir Prestasi Lomba Cerdas Tangkas Pramuka Kota Semarang

Ketika Soegondo masih kecil, ibunya sakit-sakitan dan meninggal dunia. dan Kemudian Bapak Kromosardjono menikah lagi dan pindah ke Brebes Jawa Tengah menjabat sebagai lurah di sana.

Selanjutnya, Soegondo dan adiknya Soenarjati diangkat anak oleh pamannya yang bernama Bapak Hadisewojo.

Pamannya ini yang menyekolahkan Soegondo dari HIS di Tuban hingga RH di Batavia termasuk adik-adiknya.

Baca Juga: Ziarah Edukasi, Siswa Observasi Taman Makam Pahlawan

Peran Bapak Hadisewojo sangat besar dalam membimbing Soegondo sejak dari HIS di Tuban.

Soegondo Djoyopuspito seorang pemuda yang pendidikannya bermula di HIS (Holland Indische School ) pada 1911 hingga 1918.

Setelah itu ia melanjutkan ke MULO (Meer Uitgebried Lder Onderwijs yang lebih besar) hingga 1921.

Baca Juga: Pameran Buku Tandai Peringatan Bulan Bahasa di SMP 5 Ungaran, Plt Kepala Sekolah Ungkap Alasannya

Setelah tamat AMS, Soegondo naik ke RHS (Recht Hogeschool) yang merupakan sekolah Huku.

Kemudian pindah ke AMS (Agleemeene Midelbar School) dan mulai tahun 1924.

Tahun 1928 ketika ada Kongres Pemuda II tahun 1928, Soegondo terpilih menjadi ketua atas persetujuan Drs. Muhammad Hatta dan Ir. Soekarno di Bandung sebagai ketua PPI di negeri Belanda.

Kongres Pemuda II 1928 yang berlangsung tanggal 27 hingga 28 okt 1928 di Jakarta menghasilkan Sumpah Pemuda 1928.

Para pemuda setuju dengan Trilogi: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.

Perlu diketahui bahwa Trilogi ini lahir pada detik terakhir kongres, di mana Muhammad Yamin yang duduk di sebelah Soegondo menyodorkan secarik kertas kepada Soegondo seraya berbisik. Saya mempunyai rumusan resolusi yang lebih luwes.

Baca Juga: Gempa Swarm Masih Berpotensi Terjadi, Struktur Rumah Warga Perlu Penguatan Kualitas

Dalam secarik kertas tersebut tertulis 3 kata/trilogi: satu nusa, satu bangsa, satu bahasa.

Selanjutnya Soegondo memberi paraf pada secarik kertas itu yang menyatakan setuju dan diikuti oleh anggota lainnya.

Pada masa kebangkitan nasional, beliau aktif sebagai guru dan masuk partai politik. Pada tanggal 11 Desember 1928, sama Mr. Sunario Sastrowardoyo mendirikan Perguruan Rakyat yang beralamat di Gang Kenari No.15 Salemba yang diangkat sebagai kepala sekolah.

Namun, pada tahun 1930 beliau diminta Ki Hajar Dewantara untuk menjadi guru di perguruan Tamansiswa Bandung. Pada tahun 1932, beliu diangkat menjadi kepala sekolah Perguruan Tamansiswa Bandung.

Baca Juga: Genesis Lanjutkan The Last Domino Tour hingga 2022, Termasuk Konser di O2 yang Tertunda

Tahun 1933, beliau menikah dengan Suwarsih Djojopuspito di Cibadak dan istrinya ikut membantu mengajar di Perguruan Taman Siswa Bandung .

Pada masa RIS, Soegondo diangkat dalam Kabinet Halim sebagai Menteri Pembangunan Masyarakat dan jabatan di BP-KNIP digantikan oleh Djohan Sjahroezah yang ia kenal baik.

Saat usianya masih 46 tahun memilih pensiun sebagai bekas menteri dan perintis kemerdekaan, membaca buku, dan sering bertemu dengan rekan seperjuangan dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Rizal Ramli untuk Pilpres 2024, Ahli Hukum Tata Negara: Sosok Pemimpin dengan Segudang Pengalaman

Pada tahun 1978, beliau wafat dan kemudian dimakamkan di pemakaman Keluarga Besar Taman Siswa Yogyakarta.

Pada tahun 1992, Soegondo mendapat Satya Lencana Perintis Kemerdekaan.

Dua puluh tahun kemudian tepatnya pada tahun 2012, nama beliau diabadikan untuk nama gedung pertemuan pemuda yakni Wisma Soegondo Djojopusito di Cibubur.

(Mg5)***

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X