WHO Sebut Remdesivir Tak Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19

Red
- Jumat, 20 November 2020 | 12:20 WIB
Istimewa
Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Remdesivir, obat pertama yang diberikan izin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk mengobati pasien Covid-19, tak lagi direkomendasikan oleh WHO.

Panel ahli WHO menyatakan penggunaan obat tersebut tak efektif dalam menangani pasien corona. Pengujian terhadap obat yang diproduksi Gilead Sciences dan dijual dengan nama Veklury itu telah melalui pengujian acak internasional yang melibatkan lebih dari 7.000 pasien

Baca Juga: Remdesivir Jadi Perbincangan, Belum Ada Obat Covid-19 Definitif yang Disetujui

Baca Juga: Percepat Produksi Obat Remdesivir, Ini Alasan Luhut

Remdesivir tidak memiliki efek yang berarti untuk (mengurangi) kematian atau pada hasil lainnya untuk pasien,” demikian diumumkan WHO pada Kamis (19/11) dilansir dari CNBC.

Gilead menepis pernyataan WHO dengan repson negatif. Diungkapkan pihak Gilead, WHO menyatakan standar remdesivir telah diakui di banyak negara seperti AS, Jepang, Inggris, dan Jerman. Mereka juga menyampaikan kekecewaannya kepada WHO yang menyampaikan hal ini saat kasus Covid-19 dunia meningkat.

Baca Juga: WHO: Vaksin Tidak Akan Akhiri Pandemi Covid-19

WHO tampaknya mengabaikan bukti ini saat kasus meningkat dan dokter mengandalkan Veklury sebagai pengobatan yang disetujui di 50 negara,” kata Juru Bicara Gilead Chris Ridley.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk akan mendistribusikan remdesivir buatan Amarox Pharma Global asal India dengan nama Covifor. Selain itu, belum ada keterangan resmi Kalbe menyikapi pernyataan terbaru WHO ini.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X