Mohammad Yamin Sang Pelopor: Rumusan Resolusi yang Elegan itu Bernama Sumpah Pemuda

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:35 WIB
Mohammad Yamin merupakan perumus teks Sumpah Pemuda dalam  Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928. (suaramerdeka.com / dok)
Mohammad Yamin merupakan perumus teks Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928. (suaramerdeka.com / dok)

SUARAMERDEKA.COM - Sumpah Pemuda selalu menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat di Indonesia. Perjuangan para pemuda yang ikut andil dalam menghantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.

Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober merupakan hari penting yang mana berkaitan dengan kebangkitan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah.

Sumpah Pemuda merupakan hasil keputusan Kongres Pemuda II dan ikrar ini telah dianggap sebagai semangat untuk meneguhkan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Baca Juga: Gempa Swarm Masih Berpotensi Terjadi, Struktur Rumah Warga Perlu Penguatan Kualitas

Pada Kongres Pemuda II yang berlangsung 27-28 Oktober 1928, Mohammad Yamin berperan penting dalam menyusun teks Sumpah Pemuda dan menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Mohammad Yamin merupakan tokoh pelopor sumpah pemuda. Mohammad Yamin memiliki berbagai macam peran dalam kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Mohammad Yamin juga dikenal sebagai seorang sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus bahkan ahli hukum, ia juga dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Baca Juga: Genesis Lanjutkan The Last Domino Tour hingga 2022, Termasuk Konser di O2 yang Tertunda

Lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat pada 23 Agustus 1903, anak dari pasangan Usman Baginda Khatib dan Siti Saadah.

Lahir dari keluarga yang terpelajar menjadikan Muhammad Yamin tumbuh sebagai anak yang suka membaca, menulis, dan memiliki sikap kritis terhadap berbagai fenomena di sekitarnya.

Mohammad Yamin memulai karir menulisnya pada tahun 1920-an seiring berkembangnya dunia sastra Indonesia. Tahun 1992, ia muncul untuk pertama kali sebagai penyair dengan puisinya ‘Tanah Air’, tanah air yang dimaksudkan adalah tanah airnya di Minangkabau, Sumatera.

Tanah Air adalah kumpulan puisi Melayu modern pertama yang pernah diterbitkan. Karir inilah yang membuatnya menjadi salah satu perintis puisi modern.

Saat menjadi mahasiswa, ia dikenal sebagai mahasiswa yang mampu menguasai pidato anti kolonial, bahkan Yamin juga tidak takut apabila beasiswanya saat itu akan dicabut oleh pemerintah Belanda dan Hindia Timur.

Baca Juga: Rizal Ramli untuk Pilpres 2024, Ahli Hukum Tata Negara: Sosok Pemimpin dengan Segudang Pengalaman

Berkat keberaniannya dalam menyampaikan pendapat melalui pidatonya, membuat ia bergabung dengan organisasi Jong Sumatranen Bond (1926-1928).

Meskipun sebelumnya Yamin sempat mengikuti Kongres Pemuda I, melalui organisasi tersebut, tepat pada 28 Oktober 1928, ia mulai mengikuti Kongres Pemuda II.

Setelah itu ia secara resmi bergabung dalam Partindo (Partai Indonesia), kesempatan tersebut ia jadikan sebagai batu loncatan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Meskipun Kongres Pemuda I sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan mengenai hal yang harus dilakukan.

Baca Juga: Baru 10 Persen Pedagang yang Pindah ke Pasar Johar, Diberi Batas Waktu Tiga Bulan

Namun, pidato Mohammad Yamin pada saat Kongres Pemuda II sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan menggerakkan semangat juang para pemersatu bangsa.

Gagasan Mohammad Yamin mengenai persatuan, mendapatkan respon positif yang menarik banyak pihak. Berbagai statement mengenai pemakaian bahasa Melayu dalam keseharian sudah sering diterapkan dan menjadi bahasa keseharian selain bahasa Belanda dan bahasa Arab, mereka yakin bahwa bahasa tersebut dapat dipergunakan sebagai bahasa pengantar untuk berkomunikasi di Indonesia.

Setelah itu, Yamin mulai memberikan gagasan mengenai “Sumpah Pemuda” tersebut dalam selembar kertas, yang kemudian diajukan kepada Ketua Kongres, Soegondo Djojopoespito.

Yamin berkata “Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya memiliki rumusan resolusi yang elegan),” yang dikutip dari buku dengan judul Mengenang Mahaputra Prof. Mr. H. Muhammad Yamin Pahlawan Nasional Ri yang diterbitkan pada tahun 2003.

Baca Juga: Bunga Telang Ternyata Punya Khasiat Luar Biasa, Seperti Apa?

Rumusan yang disarankannya saat ini dikenal dengan Sumpah Pemuda, ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda di Indonesia yang pada 28 Oktober pada setiap tahunnya.

Pada masa pemerintahan Prediden Soekarno lah hari bersejarah tanggal 28 Oktober 1959 tersebut pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Sumpah Pemuda menjadi saksi semangat generasi muda untuk kemerdekaan Indonesia.

(Mg3)***

Halaman:
1
2
3

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X