Tragedi Diklat Mahasiswa Sudah Terjadi Berulang Kali, Berikut Catatan Peristiwanya

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:10 WIB
Jenazah Gilang Endi Saputra, mahasiswa UNS yang meninggal usai diklat Menwa, tiba di rumah duka di Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Senin (25/10/2021).  (SMSolo/Irfan Salafudin)
Jenazah Gilang Endi Saputra, mahasiswa UNS yang meninggal usai diklat Menwa, tiba di rumah duka di Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Senin (25/10/2021). (SMSolo/Irfan Salafudin)

SOLO, suaramerdeka.com - Baru saja kemarin terdengar kabar seorang Mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra (23) meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar resimen mahasiswa di Sungai Bengawan Solo pada Minggu, 24 Oktober 2021. Bukan hanya sekali itu saja, tragedi diklat mahasiswa menimbulkan korban jiwa sudah terjadi berulang kali. Berikut catatan peristiwa dari berbagai sumber.

Sebelumnya Maret tahun ini, Fadli Abdi Nursyahri (18) seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten meninggal dunia.

Fadli meninggal dunia usai mengikuti diklat mahasiswa pecinta alam (Mapala) selama 10 hari di Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga: Sempat Berubah Beberapa Kali, Ini Transformasi Teks Sumpah Pemuda

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni Untirta, Suherna menyebutkan bahwa Fadli meninggal dunia karena kelelahan setelah mengikuti diklat.

Kasus lainnya yaitu meninggalnya Miftah Rizky Pratama, mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Faisal Lathiful Fakhri, mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Dua mahasiswa tersebut meninggal dunia selesai mengikuti diklat pencak silat di Coban Rais, Kota Batu pada Sabtu, 6 Mei 2021.

Baca Juga: Percepatan Vaksinasi, Pemerintah Targetkan Akhir Tahun Capai 290 hingga 300 Juta Dosis

Diklat yang dilaksanakan untuk penerimaan anggota baru UKM Pencak Silat Pagar Nusa tersebut ternyata tidak memiliki izin dari pihak universitas.

UKM Pencak Silat Pagar Nusa akhirnya dibubarkan oleh Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang karena mengabaikan keselamatan jiwa.

Masih di bulan Maret 2021, seorang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Sulawesi Selatan bernama Irsan Amir (19) meninggal dunia.

Irsan tewas setelah mengikuti diklat Mapala IAIN yang dilaksanakan dari 5 Maret hingga 12 Maret di Dusun Coppo Bulu, Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.

Satuan Reskrim Polres Bone melakukan gelar perkara dan menetapkan 19 orang tersangka terkait meninggalnya Irsan.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf menyebutkan, 19 tersangka  merupakan para senior korban dan panitia kegiatan tersebut.

Ardy menjelaskan peserta diklat termasuk Irsan mendapat kekerasan dari seniornya jika tidak mampu mengikuti perintah seperti jalan jongkok, merayap, jungkir dan berguling.

Sebanyak 19 tersangka tersebut dijerat pasal 170 KUHP mengenai tindak kekerasan yang dilakukan bersama-sama dimuka umum dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X