PT Madeg Pilar Prayoga Rugi Rp 311,886 Juta, Manajer Diduga Salahgunakan Uang Setoran

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:45 WIB
Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat SS didampingi Kasat Reskrim AKP Vonny Farizky SIK MH dan sejumlah perwira penyidik lainnya, menunjukkan barang bukti faktur penjualan barang, saat konferensi pers. (suaramerdeka.com / Riyono Toepra)
Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat SS didampingi Kasat Reskrim AKP Vonny Farizky SIK MH dan sejumlah perwira penyidik lainnya, menunjukkan barang bukti faktur penjualan barang, saat konferensi pers. (suaramerdeka.com / Riyono Toepra)

TEGAL, suaramerdeka.com - Kerugian cukup besar dialami PT Madeg Pilar Prayoga yang berada di Jl Mataram RT 7 RW 3, Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Hal itu diketahui setelah dilakukan audit internal, tercatat PT Madeg Pilar Prayoga mengalami kerugian sekitar Rp 311.886.358.

Setelah dilakukan penelusuran administrasi keuangan PT Madeg Pilar Prayoga, diduga kuat, kerugian itu disebabkan salah seorang manajernya.

Pihak perusahaan awalnya akan menyelesaikan persoalan internal tersebut secara kekeluargaan.

Baca Juga: Gali Potensi Siswa, SMP Negeri 1 Dawe Gelar Kompetisi Literasi

"Tapi berhubung, salah satu manajernya yang diduga menyalahgunaan uang setoran penjualan tak bisa mengembalikan sampai tenggat waktu yang ditentukan, akhirnya pihak perusahaan melaporkan kasusnya ke Polres Tegal Kota," terang Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat SS, didampingi Kasat Reskrim AKP Vonny Farizjy SIK MH dan Kanit III Ipda Eko SH, Senin, 25 Oktober 2021.

Salah seorang pimpinan perusahaan itu, Haryono, kepada penyidik di Unit III Sat Reskrim mengatakan, pihak perusahaan baru mengetahui, ada ketidakberesan dalam setoran pembayaran penjualan besi, pada 2 Agustus 2021.

Kapolres Tegal Kota mengungkapkan, kasus itu berawal saat PT Madeg Pilar Prayoga menerima order pembelian barang dari PT Galatama, pada 25 Juni dan 30 Juni 2020.

Kemudian Manager Operasional perusahaan itu, Bima Satria Djati (45) mengeluarkan dua bukti faktur penjualan, pertama senilai Rp 288.745.760, kedua senilai Rp 257.408.020.

Baca Juga: Konsentrator Oksigen Bisa Menjadi Langkah dan Upaya Antisipasi Terjadinya Gelombang III Covid-19

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berhasil Kabur, Bandar Narkoba Tabrak Anggota Polisi

Senin, 22 November 2021 | 11:58 WIB

Sepanjang 2021, Polri Tangani 69 Kasus Mafia Tanah

Jumat, 19 November 2021 | 15:11 WIB
X