Disebut Mengalami Disrupsi Media Sosial, Dirjen IKP Kominfo Ajak Media Pers Kembali ke Good Journalism

- Senin, 25 Oktober 2021 | 20:56 WIB
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Usman Kansong (Kanan). (suaramerdeka.com/dok)
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Usman Kansong (Kanan). (suaramerdeka.com/dok)

suaramerdeka.com - Ada ungkapan bahwa wartawan adalah seorang guru. Apa yang kita tulis bisa mengedukasi dan mencerahkan kepada masyarakat.

Namun di era digitalisasi saat ini sepertinya telah terjadi disrupsi media sosial.

Hal itu disampaikan Usman Kansong, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Senin, 25 Oktober 2021.

"Ada fenomena yang berubah dengan adanya media sosial. Dulu saat media mainstream berjaya seperti televisi, radio, koran, majalah orang mencari informasi untuk berdiskusi," ujar Usman, saat menjadi narasumber Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Batch 3, melalui platform zoom meeting.

Baca Juga: LRT Kecelakaan di Cibubur, Diduga Human Error

Namun, menurut Usman, di era media sosial orang mencari informasi untuk konfirmasi. Orang hanya mencari yang sesuai dengan fikiran.

"Celakanya sekarang media konvensional justru mengekor ke media sosial," ujar Usman.

Ia mencontohkan, sekarang banyak media arus utama yang mengutip berita dari media sosial. Misalnya cuitan politisi, pengamat, pejabat.

"Sekarang terjadi apa yang disebut jurnalisme instan. Ini fenomena yang berbeda dengan ungkapan wartawan adalah seorang guru," ungkapnya.

Baca Juga: Matcha vs Greentea, Apa Bedanya?

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Artikel Terkait

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB
X