Gempa Swarm Ambarawa Menurun, BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada: Ini Kambuhan

- Senin, 25 Oktober 2021 | 17:55 WIB
Ilustrasi gempa Salatiga. (Twitter/@DaryonoBMKG)
Ilustrasi gempa Salatiga. (Twitter/@DaryonoBMKG)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Ahli gempa BMKG, Daryono menyatakan bahwa kejadian gempa yang mengguncang Banyubiru, Ambarawa dan Salatiga sekitarnya menunjukan tren menurun.

Hingga Senin 25 Oktober 2021 sore, frekuensi getaran cuma tercatat 2 kejadian. Angka ini jauh di bawah dinamika dua hari sebelumnya yang bertubi-tubi hingga 24 kali gempa.

"Melihat trend aktivitas gempa swarm yang sudah meluruh, tampaknya itu pertanda baik ada peluang swarm segera berakhir," katanya saat dihubungi.

Baca Juga: Garap Potensi Wisata, Kecamatan Gunungpati Genjot Ekonomi Warga di Masa Pandemi

Hanya saja, dia mewanti-wanti masyarakat untuk tidak mengendorkan kewaspadaan terutama atas struktur kualitas bangunan yang bisa memberikan efek fatal.

Hal ini merujuk pada karakteristik gempa swarm yang menuntut kesiapan dalam meresponnya. Pasalnya, swarm tak jarang kumat-an.

"Harus selalu waspada, karakter swarm itu belum banyak kita kenali, swarm ini bisa kambuhan," katanya.

Dia yang juga menjabat sebagai Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG itu merujuk kejadian di Jailolo, Halmahera Barat dan Mamasa, Sulbar itu yang menunjukan fenomena kambuhan. Mamasa sejak kejadian November 2018 masih berlangsung saat ini.

Baca Juga: Juara MPL ID Season 8, Onic Samai Rekor Evos Legends

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Ini Sejarah Letusannya

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:45 WIB

Gunung Semeru Meletus, Takbir Panik Warga Menggema

Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:28 WIB
X