Gempa Swarm Sering Terjadi di Indonesia, 7 Daerah Ini Pernah Mengalaminya

- Senin, 25 Oktober 2021 | 11:24 WIB
Ilustrasi gempa Salatiga. (Twitter/@DaryonoBMKG)
Ilustrasi gempa Salatiga. (Twitter/@DaryonoBMKG)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dalam dua hari terakhir, gempa bumi melanda wilayah Banyubiru, Ambarawa dan Salatiga dalam dua hari terakhir.

Setidaknya 34 kali getaran gempa terekam dari Sabtu hingga hari ini, Senin 25 Oktober yang membuat warga masih bersiaga.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono gempa bumi di Banyubiru-Ambarawa ini merupakan gempa swarm.

Gempa jenis swarm tersebut berkaitan dengan fenomena tektonik (tectonic swarm) karena daerah Banyubiru dan Ambarawa cukup kompleks berdekatan dengan jalur Sesar Merapi Merbabu, Sesar Rawapening dan Sesar Ungaran.

"Gempa swarm dicirikan dengan serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian yang sangat tinggi, berlangsung dalam waktu “relatif lama” di suatu kawasan, tanpa ada gempa kuat sebagai gempa utama (mainshock)," jelasnya dalam Twitter pribadinya.

Baca Juga: Sejarah Museum Sumpah Pemuda: Berawal dari Rumah Tinggal, Punya Beberapa Koleksi

Daryono menambahkan masa berakhirnya aktivitas swarm berbeda-beda, dapat berlangsung selama beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, hingga beberapa tahun-tahun.

Daryono pun memaparkan beberapa daerah di Indonesia yang mengalami gempa swarm bahkan ada yang berlangsung sampai bertahun-tahun.

1. November 2015, gempa swarm yang terjadi di Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat paling tinggi berkekuatan 4,9 pada kedalaman 10 kilometer. Swarm itu menyebabkan sedikitnya 1.057 bangunan rusak.

2. Gempa Klangon Madiun pada Juni 2015. Gempa tersebut telah menjatuhkan genting-genting atap rumah, meretakkan dinding, memecahkan lantai rumah, serta membuat jalan desa retak.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X