Sejarah Museum Sumpah Pemuda: Berawal dari Rumah Tinggal, Punya Beberapa Koleksi

- Senin, 25 Oktober 2021 | 11:00 WIB
Museum Sumpah Pemuda (IG/@museumsumpahpemuda)
Museum Sumpah Pemuda (IG/@museumsumpahpemuda)

Suaramerdeka.com - Sumpah Pemuda merupakan salah satu momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena ikrarnya dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Indonesia.

Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober ini, merupakan hasil gagasan pemikiran dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928.

Kongres Pemuda II diselenggarakan di sebuah gedung yang beralamat di Jalan Kramat Raya No. 106.

Gedung Sumpah Pemuda awalnya merupakan tempat tinggal milik Sie Kong Liang. Gedung ini beberapa kali mengalami perubahan fungsi.

Baca Juga: Haedar Nashir Menilai Masih Ada Elit Negeri Kurang Bijak Mengelola Kehidupan Berbangsa, Sindir Menag?

Menurut catatan yang ada, Museum Sumpah Pemuda pada awalnya adalah rumah tinggal milik Sie Kong Liang.

Gedung didirikan pada permulaan abad ke-20. Sejak 1908 Gedung Kramat disewa pelajar Stovia (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) dan RS (Rechtsschool) sebagai tempat tinggal dan belajar.

Saat itu dikenal dengan nama Commensalen Huis. Mahasiswa yang pernah tinggal adalah Muhammad Yamin, Amir Sjarifoedin, Soerjadi (Surabaya), Soerjadi (Jakarta), Assaat, Abu Hanifah, Abas, Hidajat.

Kemudian, Ferdinand Lumban Tobing, Soenarko, Koentjoro Poerbopranoto, Mohammad Amir, Roesmali, Mohammad Tamzil, Soemanang, Samboedjo Arif, Mokoginta, Hassan, dan Katjasungkana.

Baca Juga: Perlindungan Nasabah Fintech Perlu Diperkuat Pemerintah

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X