Haedar Nashir Menilai Masih Ada Elit Negeri Kurang Bijak Mengelola Kehidupan Berbangsa, Sindir Menag?

- Senin, 25 Oktober 2021 | 10:47 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir (suaramerdeka.com/Agung PW)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir (suaramerdeka.com/Agung PW)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Meski kemerdekaan Indonesia sudah diraih 76 tahun lalu, namun Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir melalui tulisan esai di situs Muhammadiyah baru-baru ini, menyebut masih ada elit negeri kurang bijak mengelola kehidupan berbangsa.

Oleh sebab itu Haedar Nashir menekankan pentingnya kematangan dalam hidup berbangsa dari setiap pihak dan golongan.

Haedar Nashir menambahkan, Indonesia yang telah berusia 76 tahun  semestinya dikelola dengan penuh kematangan dan kedewasaan.

Baca Juga: Banteng Vs Celeng Makin Panas, Relawan Puan Maharani Dirikan RAP

Terkait adanya elit negeri kurang bijak mengelola kehidupan berbangsa, Haedar Nashir memberi contoh ada kementerian negara lahir diperuntukkan bagi kelompoknya.

"Semisal elite negeri yang menyatakan suatu Kementerian Negara lahir diperuntukkan golongan tertentu dan karenanya layak dikuasai oleh kelompoknya. Suatu narasi radikal yang menunjukkan rendahnya penghayatan keindonesiaan," kata Haedar Nashir, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, senin, 25 Oktober 2021.

Pernyataan Haedar Nashir dalam tulisan esai di situs Muhammadiyah seolah menyindir pernyataan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.

Baca Juga: Penguatan Sisi Hulu hingga Hilir, Berhasil Tekan Laju Penyebaran Covid-19 Indonesia

Sebelumnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut bahwa Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah khusus dari negara untuk Nahdlatul Ulama, bukan umat Islam secara umum.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X