Indonesia Bisa Cegah Bencana Karhutla 2 Tahun, Menteri LHK: Patahkan Banyak Prediksi

- Senin, 25 Oktober 2021 | 07:15 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya dalam pertemuan COP-16 ASEAN Agreement On Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang digelar virtual di Jakarta. (suaramerdeka.com / dok)
Menteri LHK Siti Nurbaya dalam pertemuan COP-16 ASEAN Agreement On Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang digelar virtual di Jakarta. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kerja keras semua pihak dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama pandemi Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia, membuahkan hasil.

Indonesia berhasil memastikan tidak terjadi duet bencana, yakni tidak ada karhutla besar yang menyebabkan kabut asap di tengah-tengah gelombang Covid-19 selama dua tahun berurutan.

“Banyak pihak memprediksi tentang bencana ganda di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021. Kita sangat bersyukur, doa dan kerja keras kita dikabulkan oleh Tuhan. Fakta yang terjadi justru sebaliknya, Indonesia bebas asap karhutla selama dua tahun global pandemi,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Siti pada pertemuan COP-16 ASEAN Agreement On Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang digelar virtual di mana tahun ini, Indonesia berperan sebagai tuan rumah forum yang diikuti Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN ini.

Baca Juga: Pendapatan Kecil, Guru Honorer Dapat Bantuan Subsidi Bangun Rumah

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan data dan tren yang didapatkan dari pengecekan lapangan dan pemantauan satelit selama hampir 10 bulan terakhir, serta prediksi hingga akhir bulan ini, Indonesia telah dapat memastikan bebas dari duet bencana karhutla tahun ini.

“Ini artinya, tidak ada kebakaran kabut besar yang menyebabkan kabut asap di Indonesia selama dua tahun pandemi melanda dunia. Hal ini juga mematahkan banyak prediksi yang mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami duet bencana pada tahun lalu dan tahun ini,” tegasnya.

Mengacu data monitoring hotspot dari satelit Terra/Aqua LAPAN sejak tanggal 1 Januari 2021 hingga tanggal 20 Oktober 2021 Pukul 07.00 WIB dengan tingkat keyakinan (Confidence Level ≥ 80 persen), tercatat jumlah hotspot sebanyak 1.296 titik.

Dalam periode yang sama di tahun 2020 tercatat sebanyak 2.665 titik hotspot, atau terjadi penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.369 titik atau turun 51,37 persen.

Baca Juga: Gempa Ambarawa, Ahli Gempa BMKG: Swarm Bisa Berlangsung Lama, Cek Kualitas Struktur Bangunan Warga

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X