Buka Lomba Hadroh dan Qiroatul Kutub, Wabup Kebumen Berharap Tumbuh Kader Ulama Berkualitas

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:15 WIB
Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM membuka Lomba Hadroh dan Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) dalam rangka Hari Santi Nasional, Minggu (24/10). (suaramerdeka.com/dok)
Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM membuka Lomba Hadroh dan Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) dalam rangka Hari Santi Nasional, Minggu (24/10). (suaramerdeka.com/dok)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Sebanyak 15 grup hadroh dari perwakilan pondok pesantren di Kebumen mengikuti perlombaan hadroh dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2021.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM di Gedung SMK Ma'arif 1 Kebumen, Minggu, 24 Oktober 2021.

Dalam rangkaian kegiatan itu sekaligus digekar perlombaan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) yang diikuti 19 peserta dari kalangan santri.

Baca Juga: 5 Makanan Sehat yang Bisa Membantu Mengeluarkan Kandungan Racun dari Darah

Hadir Asisten III Setda Kebumen Amin Rahmanurrasjid SH MH, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kebumen Kiai Fachrudin Achmad Nawawi, Pengasuh Pondok Al Istiqomah Karangsari Kiai Johan Amru serta sejumlah tokoh ulama NU.

Ketua RMI PCNU Kebumen Gus Fachrudin menjelaskan bahwa seni hadroh merupakan ciri khas santri atau kesenian yang identik dengan pondok pesantren. Lomba ini sebagai ajang silaturahmi antar santri serta mengasah bakat dan minat di bidang seni hadroh.

Sedangkan untuk musabaqah qiroatul kutub dimaksudkan untuk mengasah keilmuan para santri dalam bidang kompetensi membaca kitab-kitab berbahasa arab.

Baca Juga: 5 Makanan Sehat yang Bisa Membantu Mengeluarkan Kandungan Racun dari Darah

Dengan menguasai cabang ilmu alat seperti nahwu, shorof, balaghoh, para santri dapat memahami Alquran, hadist Nabi Muhammad SAW hingga kitab "gundul" karya ulama terdahulu.

"Membaca kitab menjadi dasar mengembangkan tradisi intelektualitas santri di pesantren. Tanpa menguasai ilmu alat seorang tidak bisa membaca tulisan arab yang tidak ada harokatnya," ujar alumnus Pesantren Lirboyo tersebut.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Takbir Panik Warga Menggema

Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:28 WIB
X