ASPPHAMI: Masyarakat Perlu Tingkatkan Kewaspadaan terhadap DBD dan Malaria

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:23 WIB
Masyarakat Perlu Tingkatkan Kewaspadaan terhadap DBD dan Malaria. (suaramerdeka.com/dok)
Masyarakat Perlu Tingkatkan Kewaspadaan terhadap DBD dan Malaria. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penasehat Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) DKI Jakarta, Zainal Arifin menyampaikan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebab, memasuki masa penghujan kasus DBD menjadi persoalan di beberapa wilayah di Indonesia, seperti salah satunya wilayah Jakarta endemi DBD dan wilayah Purworejo endemi malaria.

"Ini sebagai wujud peringatan Hari Nyamuk Nusantara pada 22 Oktober kemarin," ujar Penasehat Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) DKI Jakarta Zainal Arifin di Jakarta, Minggu 24 Oktober 2021.

Baca Juga: Pengurus Aptikom Jateng Resmi Dilantik, Perlu Reorientasi Belajar Mengajar di Era Digital

Selain itu, juga masyarakat harus terus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami lihat perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk pencegahan DBD dan malaria masih sangat kecil. Terutama, alokasi anggaran untuk tindakan represif (pengasapan dan larvasida)," terangnya.

Zainal mengatakan tidak saja di Jakarta, daerah endemi malaria seperti Purworejo juga alokasi anggaran untuk pencegahan secara represif masih sangat minim.

Baca Juga: Belasan Anak Ikuti Khitan Massal di Relokasi Pasar Johar

Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo) yang juga owner PT Turacon Wirasta ini berharap, pemerintah jangan hanya fokus pada penanganan kasus Covid-19 dan abai terhadap kasus DBD dan malaria.

Sebab, kasus tersebut juga banyak memakan korban jiwa di Indonesia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X