Syarat Tes PCR bagi Pengguna Jasa Penerbangan Tuai Kritikan, Satgas Covid-19 Angkat Bicara

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:52 WIB
Juru Bicara Satgas Prof Wiku Adisasmito. (foto: prfmnews.pikiran-rakyat.com)
Juru Bicara Satgas Prof Wiku Adisasmito. (foto: prfmnews.pikiran-rakyat.com)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Syarat wajib sesuai Inmendagri untuk melakukan tes PCR bagi pengguna jasa penerbangan mulai 1 November 2021, telah menuai kritikan dari masyarakat, karena tes PCR dianggap mahal.

Sementara menanggapi kritikan terhadap syarat wajib tes PCR bagi pengguna jasa penerbangan itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito angkat bicara.

Menurut Wiku, syarat wajib tes PCR bagi pengguna jasa penerbangan itu merupakan bagian dari uji coba pelonggaran mobilitas.

Baca Juga: 13 Tokoh Ini Berjasa di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Wiku menambahkan, bahwa uji coba pelonggaran mobilitas sudah pasti dilakukan dengan kehati-hatian.

"Pengguna RT-PCR sebagai metode testing yang lebih sensitif dapat mendeteksi orang terinfeksi lebih baik daripada metode testing rapid antigen,” kata Wiku, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari portaljember.pikiran-rakyat.com, minggu, 24 Oktober 2021.

Sehingga, lanjut Wiku, hal itu sebagai langkah pencegahan penyebaran covid-19.

Baca Juga: Kemenkes Temukan Pembayaran Insentif Dobel untuk Nakes, Kesalahan Penarikan Data di Aplikasi Jadi Penyebabnya

Selanjutnya, kata Wiku, pemerintah bakal mengevaluasi kegiatan tes PCR bagi pengguna jasa penerbangan ini.

Sehingga potensi orang terinfeksi untuk lolos dapat dicegah dalam suatu tempat dengan kapasitas padat.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X