Tokoh Papua Barat Hingga Eks Kapolri Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

- Sabtu, 7 November 2020 | 14:15 WIB
Sultan Baabullah (Istimewa)
Sultan Baabullah (Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2020, Presiden Joko Widodo akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh di Istana Negara. Dua di antaranya merupakan tokoh dari Papua Barat dan Maluku Utara.

"Ada enam calon penerima gelar,  mudah-mudahan tidak ada perubahan," kata Menteri Sosial Juliari Batubara, Jumat (6/11) dikutip dari Antara.

Mereka adalah Machmud Singgirei Rumagesan asal Papua Barat dan Sultan Baabullah asal Maluku Utara. Dengan penganugerahan ini, maka Papua Barat dan Maluku Utara akan memiliki tokoh yang menjadi pahlawan nasional.  

Dikutip dari berbagai sumber, Rumagesan merupakan Raja Sekar asal Fak-fak yang pada tahun 1948 menentang usaha Belanda menguasai wilayah tersebut. Akibat perlawanannya ini, ia dibuang Belanda ke wilayah Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Peringatan Hari Pahlawan Dapat Tingkatkan Kesadaran Cinta Tanah Air

Sedangkan Sultan Baabullah merupakan raja yang membawa Kesultanan Ternate ke masa kejayaannya di Timur Indonesia. Saat itu luas kerajaan ini sempat mencapai Bima hingga Mindanao di Filipina. Di masanya pula, kerajaan di Timur Indonesia ini berperang dengan Portugis yang berakhir dengan pengusiran bangsa Eropa tersebut pada 1575.

Berikutnya adalah Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang merupakan Kapolri pertama tahun 1945 hingga 1959. Tokoh kelahiran Bogor, 7 Juni 1908 ini juga sempat ditunjuk Presiden Soeharto sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada 1973.

Baca Juga: Ganjar Nilai Hoegeng, Kariadi dan Soegarda Layak Jadi Pahlawan Nasional

Baca Juga: Ratu Kalinyamat Diajukan Pahlawan Nasional, Perlu Fakta Baru dan Peran Aktif Pemda

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X