Jogo Tonggo dengan Saling Melindungi

- Jumat, 6 November 2020 | 00:25 WIB
SM/dok - CEK SUHU : Satgas Covid-19 Desa Kunir memeriksa suhu warga yang mendatangi kegiatan pengajian. (55)
SM/dok - CEK SUHU : Satgas Covid-19 Desa Kunir memeriksa suhu warga yang mendatangi kegiatan pengajian. (55)

Perbedaan agama yang dianut oleh warga Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara ternyata tidak menjadi jurang pemisah. Justru mereka bisa saling mengisi dan bersama-sama memerangi Covid-19. Komitmen pemuka agama dan sikap saling melindungi saat umat lain beribadah, mampu membawa Desa Kunir terbebas dari penyebaran virus dan mempertahankannya sebagai zona hijau.

SELEPAS shalat Dzuhur Rabu (28/10), umat Islam berdatangan menuju Mushalla Alhidayah Desa Kunir, Kecamatan Keling, Jepara. Mereka membawa sejumlah makanan sebagai bentuk rasa syukur memperingati puncak hari Kelahiran Nabi Muhammad Saw. Saat umat Islam merayakan Maulid Nabi, umat Buddha ikut terlibat. Mereka turut mempersiapkan acara tersebut.

Bahkan, menjadi garda terdepan untuk melindungi umat muslim saat merayakan hari besar. Cara melindungi yang dilakukan umat Buddha bukan dengan menjaga tempat ibadahnya, tetapi dengan membawa thermoscanner untuk mengecek suhu jamaah yang hendak masuk masjid. Sebagian lainnya lain menyiapkan tempat cuci tangan dan mengarahkan mereka agar mencuci tangan sebelum memasuki mushala.

"Tidak hanya terlibat saat puncak Maulid Nabi saja, tetapi mereka terlibat mulai hari pertama hingga 12 hari. Mereka sangat care," ujar Petinggi Desa Kunir Sucipto. Begitu pula sebaliknya. Saat umat Buddha merayakan peringatan Kathinah pada 20 Oktober 2020 lalu, umat Islam terlibat dalam mempersiapkan salah satu hari raya umat Buddha itu di vihara.

Pada masa pandemi Covid-19, umat Islam ada yang bertugas mengukur suhu dan mempersiapkan tempat cuci tangan. Mereka juga saling mengingatkan untuk selalu jaga jarak. "Kerukunan umat beragama selama ini telah terjalin sangat baik. Ini menjadi modal untuk pengendalian Covid-19 di desa ini," imbuhnya yang juga selaku Ketua Satgas Covid-19 Desa Kunir.

Cipto (sapaan Sucipto-Red) memaparkan, sejak adaptasi kebiasaan baru, berbagai aktivitas yang melibatkan lebih banyak orang memang diperbolehkan dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan ini di antaranya adalah pengajian, acara keagamaan lain, dan hajatan. Dalam menjaga kesehatan selama acara, para tokoh agama dan tokoh masyarakat berperan sangat penting.

Dalam Program Jogo Tonggo, setiap ada acara keagamaan atau pertemuan, para tokoh agama tidak pernah bosan mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan dan menaati protokol kesehatan. Hal ini sangat penting, karena tokoh agama menjadi salah satu panutan warga dan bahkan lebih dipercaya dari tokoh lainnya. "Warga selalu diingatkan terus menerus menerapkan protokol kesehatan. Yakni, saat keluar rumah memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumuman," paparnya.

Peran Perempuan

Selain tokoh agama, peran kaum perempuan juga penting dalam menjaga kesehatan masyarakat selama pandemi Covid-19. Termasuk, peran para istri tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pihaknya membentuk empat satgas di masing-masing Rukun Warga (RW) dalam Program Jogo Tonggo.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

X