KBST dan Polda Sultra Soroti Penggunaan Bahasa yang Dituturkan Masyarakat, Timpang dan Sengaja Membenturkan

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:18 WIB
Bahasa di masyarakat. (foto ilustrasi: pixabay)
Bahasa di masyarakat. (foto ilustrasi: pixabay)

SULTRA, suaramerdeka.com - Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) pada puncak acara Bulan Bahasa dan Sastra 2021 di Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu, menjalin kerja sama dalam bingkai linguistik forensik.

Kerja sama dalam bingkai linguistik forensik ini dalam rangka menyoroti penggunaan bahasa yang dituturkan masyarakat terkadang timpang, kebablasan, tidak terkendali, atau sengaja membenturkan dibenturkan.

Sehingga berakibat rusaknya kebahasaan, nilai-nilai persaudaraan, dan keharmonisan sosial masyarakat.

Baca Juga: Aturan Tes PCR untuk Syarat Penerbangan Menuai Kritik, Guntur Romli Pertanyakan Perubahan Langkah Screening

"Dalam menganalisis masalah kebahasaan seperti itu tidak terlepas dari peran linguistik forensik sebagai pisau bedah analisis bahasa kaitannya dalam bidang hukum," kata Kepala KBST, Herawati.

Ia juga mengajak peserta untuk menjadi pengguna bahasa yang cerdas sesuai dengan trigatra bangun bahasa.

Yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.

Baca Juga: Jaga Standar Program Kartu Prakerja, Pemerintah Apresiasi Dukungan Akademisi

Kapolda Sultra, Yan Sultra I menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X