Peringatan Hari Santri di MAJT: Selagi Masih Ada Santri, NKRI Tegak Berdiri Berdasar Pancasila

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:45 WIB
Pengurus MAJT mengibarkan bendera Merah Putih saat puncak peringatan Hari Santri Nasional di MAJT, Jalan Gajah Raya Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Pengurus MAJT mengibarkan bendera Merah Putih saat puncak peringatan Hari Santri Nasional di MAJT, Jalan Gajah Raya Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

Baca Juga: Kemenpora Lunasi Tunggakan LADI ke Laboratorium Qatar

Oleh karena itu santri harus mengambil peran strategis, agar NKRI tetap terjaga utuh dan bersatu.

''Tanpa santri, maka tentu ada yang perlu dipertanyakan apakah ideologi, Islam moderat, Pancasila dan UUD '45 masih seperti sekarang ini atau tidak."

"Selain itu santri memiliki ilmu yang instan, maka santri adalah pemikir karena ilmunya bisa dipertanggungjawabkan,'' ujar Prof Noor Ahmad.

Baca Juga: Grebek Maulid, Cara Warga Gabahan Meriahkan Maulid Nabi Muhammad, Ini Filosofinya

Sejumlah tokoh masyarakat hadir di antaranya, Slamet Prayitno, mantan Kaditsospol Provinsi Jateng, KH Eman Sulaiman, panitia HSN, KH Ahmad Hadlor Ihsan, Ketua Takmir PP MAJT yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Islah, Mangkang, Kota Semarang.

Kemudian, Wakil Ketua PP MAJT, KH Hanif Ismail Lc, Sekretaris PP MAJT KH Muhyiddin MAg, H Isdiyanto Isman, Ketua HSN MAJT, dan Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Hafidh Iwan Cahyono.

Wakil Sekretaris PP MAJT, Istajib AS yang didapuk menjadi pembaca resolusi jihad mengakui, peringatan HSN ke-6 ini makin meriah dan gaungnya makin memasyarakat.

Dia menyatakan, Hari Santri merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: Ajak Santri Jaga NKRI dan Pancasila, Wali Kota Hendi: Santri Kekuatan Bangsa

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X