Santri Jadi Menteri, Beberapa Menteri Ini Dulunya Pernah Nyantri

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:16 WIB
Mahfud MD (foto: depok.pikiran-rakyat.com)
Mahfud MD (foto: depok.pikiran-rakyat.com)



SUARAMERDEKA.COM – Hari santri nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Peringatan hari santri nasional ditetapkan oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2021 mengusung tema Santri Siaga Jiwa Raga.

Santri merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari terciptanya kesatuan dan persatuan Indonesia.

Semua berkat peran aktif para santri dalam mempertahankan keutuhan NKRI.

Baca Juga: Playoff MPL ID Season 8: RRQ Hoshi Menang Mudah Lawan Alter Ego

Beberapa menteri ini ternyata dulunya pernah menjadi seorang santri:

1. Hanif Dakhiri

Sebelum menjadi menteri, Hanif Dakhiri lebih dikenal sebagai politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pria kelahiran Semarang, 6 Juni 1972 itu rupanya sempat mengenyam pendidikan di pondok pesantren, yaitu tepatnya di SMA Al-Muayyad, yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Muayyad Solo.

Selama menjalankan amanat sebagai anggota DPR periode 2009-2014 dari Dapil Jawa Tengah X, ia bergabung dalam komisi IX, menjadi Sekretaris Fraksi PKB, dan tergabung dalam Badan Anggaran.

Pada 2014, ia akhirnya ditunjuk menjadi Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Kerja.

Baca Juga: Presiden: Indonesia harus jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

2. Lukman Hakim Saifuddin

Lukman Hakim Saifuddin menjadi satu-satunya menteri dari kabinet era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tetap dipertahankan oleh Jokowi ketika membentuk Kabinet Kerja pada 27 Oktober 2014 sebagai Menteri Agama.

Lukman Hakim sendiri merupakan salah seorang alumni Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, yang berkarier moncer di pemerintahan.

Anak dari mantan Menteri Agama di era Bung Karno, Saifuddin Zuhri, itu memulai karier politiknya di Persatuan Pembangunan (PPP).

Secara resmi menjadi pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada awal 1994 sebagai anggota Lembaga Pusat Pendidikan dan Latihan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, lalu menjadi Ketua di lembaga tersebut pada 1999-2003.

Lukman juga menduduki posisi Sekretaris Pengurus Harian Pusat DPP PPP periode 2003-2007

Baca Juga: Prestasi Tak Bisa Instan, Persib Bandung Butuh Energi Positif

3. Imam Nahrawi

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi merupakan salah satu menteri yang pernah merasakan bangku pendidikan di Pesantren.

Dia merupakan Alumni Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Sebagai alumni pesantren, Imam Nahrawi mempunyai sejumlah program kerja yang dikhususnya unutk mengembangkan kemampuan para santri di bidang ola raga dan kepemudaan.

Salah satu program yang dibuat, yaitu pembentukan kompetisi sepak bola Liga Santri Nasional yang diikuti oleh berbagai pesantren dari seluruh Indonesia.

Imam sempat unjuk kebolehan membaca kitab kuning di hadapan ribuan santri Pondok Pesantren Al Fadlu, Kendal Jawa Tengah.

Baca Juga: Bandara Ahmad Yani Berlakukan Syarat PCR, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Lakukan Perjalanan

4. M Nasir

Presiden Joko Widodo resmi melantik Muhammad Nasir menempati pos menteri yang baru dibentuk, yaitu Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Sebelumnya dilantik menjadi menteri, dia adalah Rektor terpilih Universitas Diponegoro, Semarang, untuk periode 2014–2018 sampai dilantik menjadi menteri pada 26 Oktober 2014.

Nasir, yang pernah menjabat sebagai Komisi Ekonomi Syari’ah di Majelis Ulama Indonesia Jawa tengah itu merupakan alumnus di dua pondok pesantren di Jawa Tengah.

Dia menempuh pendidikan di madrasah tsanawiyah (MTs)di Pondok Pesantren Mambaul Ilmi Asy-Syar’y Sarang, Rembang dan saat SMA dia menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Islah, Kediri.

Baca Juga: Gus Im: Memilih Pemimpin Bukan Hanya Urusan Dunia Saja tapi juga Kehidupan Akhirat, Apa Saja Syaratnya?

5. Mahfud MD

Mahfud merupakan lulusan Pondok Pesantren Al Mardhiyyah, Waru, Pamekasan, Madura. Di kampung halamannya ini banyak menimba ilmu agama.

Mahfud bahkan belajar di sekolah dasar negeri dan pondok pesantren.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan pada 23 Oktober 2019, sebenarnya sudah beberapa kali Mahfud menjabat sebagai menteri.

Seperti Menteri Pertahanan juga Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia di tahun 2001 hingga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dari 19 Agustus 2008 hingga 1 April 2013.

Baca Juga: Komunitas Diajeng Semarang dan Suara Merdeka Gagas Gowes Berkebaya

6. Muhammad Maftuh Basyuni

Mantan Menteri Agama di Kabinet Indonesia Bersatu tahun 2004-2009.

Ia merupakan santri alumnus Pondok Pesantren Modern Gontor di Jawa Timur dan melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Madinah di Arab Saudi.

Maftuh meninggal dunia pada 20 September 2016 di RSPAD Jakarta Pusat di usianya yang ke 76 tahun

Halaman:
1
2
3
4
5

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X