WHO Sasar Kompensasi Vaksin di Sebagian Afrika dan Asia Tenggara

Red
- Jumat, 30 Oktober 2020 | 13:33 WIB
Istimewa
Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyiapkan kompensasi vaksinasi Covid-19, bagi warga di negara-negara miskin yang mengalami efek samping akibat vaksin Covid-19.

Kompensasi tersebut diberikan agar negara-negara miskin tidak lagi mengalami pengulangan vaksinasi saat pandemi flu babi atau H1N1, satu dekade lalu. Saat itu, banyak negara berpenghasilan rendah menunda vaksinasi karena mengkhawatirkan efek sampingnya, sehingga dampak pandemi semakin meluas.

Baca Juga: Hanya DKI Jakarta yang Penuhi Standar Tes Covid-19 dari WHO

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Fokus Persiapkan Logistik dan SDM

Promotor fasilitas vaksin COVAX bersama WHO bersama aliansi vaksin global GAVI yang mengatur skema kompensasi vaksin Covid-19 tersebut. COVAX bertujuan untuk mendistribusikan setidaknya 2 miliar suntikan vaksin ke seluruh dunia pada akhir tahun depan.

Skema yang tengah dirancang dapat menutup klaim atas efek samping vaksinasi untuk warga di 92 negara berpenghasilan rendah. COVAX menjadikan sebagian besar di Afrika dan Asia Tenggara sasaran program ini. COVAX belum merinci kriteria apa yang digunakan untuk memilih 92 negara itu.

Namun, lusinan negara berpenghasilan menengah ke bawah, seperti Afrika Selatan, Lebanon, Gabon, Iran, dan sebagian besar negara Amerika Latin, tidak akan ditawari perlindungan ini.

"Fasilitas COVAX sedang mengembangkan sistem untuk memberikan kompensasi kepada orang-orang di 92 negara yang menderita kejadian buruk yang serius yang tak teduga terkait dengan vaksin tersebut," demikian pernyataan COVAX, dikutip Reuters.

Editor: Maya

Tags

Terkini

X