Beasiswa untuk Atasi Kesenjangan Pendidikan

- Jumat, 30 Oktober 2020 | 12:20 WIB
Ilustrasi istimewa
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Berbagai program beasiswa yang ditawarkan, baik oleh institusi pemerintahan maupun pihak swasta, menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Kesra, yang juga Wakil Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian mengatakan, beasiswa bertujuan untuk mengatasi kesenjangan kelompok masyarakat yang miskin dan kaya. Pasalnya, melalui pendidikan maka perubahan sosial akan lebih terjadi.

Baca Juga: Mahasiwa Tak Mampu dapat Beasiswa Pendidikan

"Kita wajib menyediakan akses pendidikan yang luas bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena itu DPR RI, khusus Komisi X akan mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo yang menginginkan SDM Indonesia makin meningkat," katanya dalam Webinar "Tips  dan Trik Memburu Beasiswa", di Jakarta.

Hetifah menjelaskan data tentang persentase jumlah masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan, yang intinya masih terbesar pada kelompok pendidikan SD yakni 43 persen, SMA 26,4 persen, SMP 21,2 persen dan perguruan tinggi masih 8,8 persen.

"Jadi, akses ke pendidikan tinggi masih terbatas. Kita harus membantu perluasan akses ini," katanya.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud, Abdul Kahar memaparkan tentang peluang dan tantangan mendapatkan beasiswa. Menurutnya, strategi untuk meraih beasiswa adalah harus sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, dibutuhkan persiapan yang maksimal, serta memasukkan berkas lebih awal.

"Khusus untuk S2 dan S3 di luar negeri, persiapan lebih lama, minimal setahun, harus detil membaca informasi prodi, dan banyak membaca karya professor yang nanti akan menjadi mentor kita," katanya.

Kahar mengungkap banyak informasi beasiswa baik dari dalam maupun dari luar negeri. "Intinya, beasiswa itu pertarungan berebut  kursi. Mereka yang siap yang akan dapat," ungkapnya.

Keberhasilan mendapatkan program beasiswa dirasakan oleh praktisi media, Suradi, di mana ketiga anaknya berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di Amerika Serikat, Madrid dan Montenegro. Dia menuturkan, persiapan akademis maupun non akademis telah dilakukan sejak awal.

Kedua anaknya, Rachmadiani Lestari dan Muhammad Rizky menceritakan pengalaman bagaimana mempersiapkan diri dan berjuang meraih beasiswa belajar dan kuliah di luar negeri. Rachmadiani Lestari yang baru menyelesaikan pendidikan sarjana di Bidang Hukum Bisnis di IE University, Madrid, Spanyol, Juli 2020 lalu berbagi tipsnya agar tembus mendapat beasiswa.

Selain mempersiapkan berbagai hal yang disyaratkan, kata dia, baik nilai akademis, pengalaman organisasi, pengabdian masyarakat, latihan menulis esai, yang tak kalah penting persiapan mental untuk hidup dan belajar, jauh dari orang tua.

Bukan hanya kuliah, Rachma selama kuliah di Madrid aktif dalam kegiatan kampus, kegiatan organisasi seperti PPI (Persatuan Mahasiswa Indonesia di luar negeri), mengikuti berbagai lomba antarkampus, dan magang di sejumlah kantor hukum.

Sementara itu, Muhammad Rizky telah mendapatkan program beasiswa ke luar negeri sejak dirinya lulus SMP. Dia menempuh studi tingkat SMA di Knightsbridge Schools International (KSI). Saat ini dia tengah mempersiapkan diri untuk apply beasiswa kuliah di AS dan sejumlah negara Eropa.

Dia menyarankan untuk rajin mencari informasi di internet, dan menggali informasi dari berbagai sumber lainnya. Selain itu, persiapan lain yang mutlak disyaratkan adalah kemampuan Bahasa Inggris lisan dan tulisan untuk membuat esai, asah keterampilan lain baik seni maupun budaya, ikut organisasi di sekolah dan di luar sekolah, dan harus berani menghadapi berbagai tantangan.

Tips yang disampaikan Rachmadiani dan Rizky diamini oleh praktisi pendidikan Fitri Tandjung. Menurutnya, siswa maupun mahasiswa harus gigih untuk mencari informasi, dengan harus tetap terus mengasah diri. "Kita juga harus siap berkompetisi untukmeraih beasiswa," katanya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X