Media Massa Diharapkan Mentransformasikan Konsep Diseminasi Informasi Bagi Penyandang Disabilitas

- Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:08 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, berhak mendapatkan perlakuan sama dengan banyak hal, termasuk dalam mendapatkan akses informasi. 

Menteri Sosial Juliari P. Batubara wanti-wanti agar ajarannya memperkuat aspek keadilan dan persamaan hak kepada penyandang disabilitas. 

Melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial (Rehsos) pemerintah mendorong insan media massa agar mentransformasikan konsep diseminasi informasi sehingga mudah diakses oleh penyandang disabilitas. 

Baca Juga: Program Bantuan Sosial Kemensos Terus Meningkat Karena Didukung DPR

“Pemberitaan harus ramah penyandang disabilitas, baik dalam konteks aksesibilitas maupun menjadikan mereka sebagai subyek,” kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat, dalam Focused Group Discussion, bertajuk "Mewujudkan Pedoman Berita Ramah Penyandang Disabilitas" yang digelar secara virtual oleh Dewan Pers, pagi ini.

Berdasarkan UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, terdapat lima kategori disabilitas, yakni fisik, intelektual, mental, sensorik, dan ganda/multi. Berdasarkan data berjalan 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen. 

Harry menambahkan, data Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018 mengungkapkan bahwa akses informasi penyandang disabilitas dalam penggunaan ponsel atau laptop hanya 34,89 persen, sedangkan non-disabilitas 81,61 persen. Adapun, akses internet penyandang disabilitas 8,50 persen sedangkan non disabilitas 45,46 persen.

"Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat terus mengatasi hal ini karena pemenuhan informasi adalah hak setiap warga negara," tegasnya.

Senada dengan Harry, Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh menyampaikan bahwa teknologi digital dinilai akan memainkan peran penting bagi peningkatan aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas. Pasalnya, gaya hidup digital merupakan keniscayaan.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X