Memodifikasi Motor untuk Penyandang Disabilitas

- Senin, 26 Oktober 2020 | 01:07 WIB
SM/Septina Nafiyanti : MENGELAS : Khosikin mengelas rangka motor yang akan dirakit untuk sesama penyandang disabilitas. (42)
SM/Septina Nafiyanti : MENGELAS : Khosikin mengelas rangka motor yang akan dirakit untuk sesama penyandang disabilitas. (42)

Tak Tentukan Tarif

Untuk memodifikasi satu sepeda motor, dibutuhkan biaya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta. Adapun jasa modifikasi, Khosikin tidak memasang tarif. Dia ikhlas dibayar berapa pun.

Bagi Khosikin, ada rasa senang jika bisa membantu teman-temannya. Apalagi, kini mereka bisa produktif, bahkan selama pandemi sekalipun. ”Saya hanya ingin membantu agar teman-teman bisa menggunakan kendaraan bermotor dengan aman, nyaman, dan terjangkau,” tuturnya.

Saat perekonomian secara umum menurun, teman-temannya sangat terbantu. Mereka bisa mencari pekerjaan atau membuka usaha lain dengan sepeda motor hasil rakitannya. Khosikin menceritakan, selama ini sebagian temannya pasif menunggu pekerjaan yang datang ke rumah. Namun, selama pandemi tidak ada pekerjaan yang datang. Kondisi tersebut antara lain dialami rekannya yang bernama Sandar, warga Desa Saripan, Kecamatan Kota Jepara.

Sandar selama ini bekerja sebagai tukang ukir di rumah. Selama wabah melanda, tidak ada order yang datang. Lantas Khosikin memodifikasi motor Sandar. Kini Sandar tidak lagi pasif dan menunggu di rumah. Kondisi ekonominya bangkit lagi. Dengan motor roda tiganya, dia berkeliling mencari order ukiran. Jika tidak ada pesanan, Sandar berjualan aneka minuman dengan sepeda motornya. Selain itu, ada temannya yang bekerja sebagai penjaga makam. Namanya Samsudin, warga Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Di tengah kondisi susah ini Samsudin bisa mencari pekerjaan tambahan. ”Dia bisa pergi bekerja membersihkan kebun atau taman,” jelas Khosikin. Dia tidak ingat jumlah pasti berapa sepeda motor yang telah dirakit. Menurut Khosikin masih sedikit. ”Baru belasan. Kalau ada teman yang mau minta tolong merakit, dengan senang hati saya menerima,” lanjutnya.

Zakariya Ansori, pendamping warga penyandang disabilitas di Jepara menuturkan, dia bangga pada semangat hidup Khosikin. Sebab, Khosikin menginspirasi teman-temannya tetap bersemangat dan berkarya. Di sisi lain, dia berharap bengkel Khosikin bisa mendapat pengakuan. ”Jangan sampai dianggap sebagai hal yang melanggar ketentuan,” ujar Zakariya.

Plt Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Disospermades) Jepara Mulyaji sangat mengapresiasi kiprah Khosikin. Menurutnya, yang dilakukan Khosikin sangat bermanfaat dan menginspirasi serta membantu pemerintah. Pihaknya telah menyiapkan pelatihanpelatihan usaha produktif untuk penyandang disabilitas dan memberikan bantuan alat-alat untuk mendukung usaha mereka. ”Kami sudah mengadakan pertemuanpertemuan dengan berbagai organisasi penyandang disabilitas. Mereka menginginkan pelatihan dan bantuan alat usaha. Semoga tahun depan dapat terkabul,” ujarnya. (Septina Nafiyanti-19)

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Jateng Borong Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:59 WIB

Berikut 184 Pemenang Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:55 WIB

RK-Khofifah Makin Mesra Bangun Simbiosis Jabar-Jatim

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:59 WIB
X