Trend di Masa Corona, Kemenparekraf Susun Panduan Sport Tourism

- Sabtu, 24 Oktober 2020 | 22:52 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Di masa pandemi, sport tourism menjadi tren yang digandrungi sebagian kalangan masyarakat. Fenomena bersepeda misalnya. Merebaknya antusiasme terhadap sport tourism, tidak lepas dari paradigma kekinian bahwa olahraga tidak sekedar olahraga, namun sekaligus mencari pengalaman berharga.

"Pengalaman itu bisa dalam banyak hal semisal sisi kuliner maupun budaya, dan DIY kaya daya tarik wisata tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo.

Munculnya tren sport tourism bahkan direspon oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan menyusun panduan wisata minat khusus, termasuk di dalamnya kegiatan marathon. Namun menurut Singgih, yang harus dipikirkan adalah implementasi dari panduan yang bersifat konstektual.

Selama masa pandemi Covid-19, di DIY sendiri pelum pernah terselenggara event marathon. Kalaupun ada, pelaksanaannya hanya dalam bentuk virtual. Kendati demikian, bukan berarti Pemda DIY menutup pintu rapat-rapat untuk penyelenggaraan sport tourism .

"Kalau ada yang meminta izin, akan dilihat dulu proposalnya seperti cara pengaturan dan SOP. Jika berpotensi menimbulkan kerumunan dan handling peserta kurang baik, tentu akan jadi pertimbangan tersendiri bagi Gugus Tugas Covid-19 untuk memberi izin atau tidak," paparnya.

Koordinator Pengembangan Wisata Buatan Kemenparekraf Ni Komang Ayu mengatakan, di panduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) sangat penting mengingat di masa pandemi ini, sport tourism menjadi prioritas.

"Awalnya hanya menjadi salah satu daya tarik wisata. Tapi di masa pandemi, sport tourism jadi prioritas sehingga perlu disusun protokol kesehatannya agar event tetap bisa terlaksana tapi dengan memperhatikan kesehatan," ujarnya.

Beberapa jenis aktivitas minat khusus yang telah memiliki panduan CHSE antara lain marathon, paralayang, arung jeram, diving, dan golf. Panduan itu disusun oleh ahli pada bidang masing-masing dengan melibatkan akademisi, Kementerian Kesehatan, Kemenparekraf, dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

X